Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Selama Lima Hari

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 18 Januari 2026 | 04:17 WIB
BMKG mengingatkan akan terjadi Intensitas curah hujan tinggi yang terjadi di berbagai provinsi dari Tanggal 19 hingga 20 Desember (Ashar/SinPo.id)
BMKG mengingatkan akan terjadi Intensitas curah hujan tinggi yang terjadi di berbagai provinsi dari Tanggal 19 hingga 20 Desember (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan hasil analisis meteorologi dan pemantauan cuaca terkini. Operasi ini berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Januari 2026, dan dilaksanakan secara terpadu bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.

Pada hari pertama OMC, Jumat 16 Januari 2026, dilakukan dua sortie penerbangan dengan total bahan semai sebanyak 1.600 kilogram Natrium Klorida (NaCl). Bahan semai tersebut disebarkan di wilayah perairan Selat Sunda untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan, sehingga presipitasi terkonsentrasi di wilayah perairan.

Sortie pertama dilaksanakan pada pukul 13.28–14.48 WIB, dengan penyemaian 800 kilogram NaCl pada ketinggian terbang 8.000–12.000 kaki guna mendukung pengendalian pertumbuhan awan hujan.

Sementara itu, sortie kedua dilakukan pada pukul 15.40–17.30 WIB dengan ketinggian terbang 9.000 kaki, menggunakan jumlah bahan semai yang sama, yakni 800 kilogram NaCl.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan bahwa pelaksanaan OMC hari pertama difokuskan pada wilayah perairan sebagai bagian dari strategi mitigasi dini.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat berdampak pada genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta. Seluruh pelaksanaan dilakukan berdasarkan analisis meteorologi dan hasil pemantauan cuaca terkini,” ujar Isnawa, Sabtu 17 Januari

Ia menambahkan, BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode 16–20 Januari 2026 untuk menentukan waktu serta lokasi penyemaian yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer.

Selain itu, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta berperan aktif menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.

“Informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca dan kondisi kebencanaan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI