BNPB: 865 Huntara Sedang Dibangun di Sumut, dari Pengajuan 1.077 Unit
SinPo.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 865 unit hunian sementara (huntara) saat ini dalam proses pembangunan, dari 1.077 unit yang diajukan pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatra Utara.
"Sedangkan unit huntara siap huni, tercatat 27 unit selesai. Huntara yang telah selesai berada di Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 15 unit dan Tapanuli Utara 12 unit," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangannya, Kamis, 16 Januari 2026.
Muhari melanjutkan, mereka yang memilih skema dana tunggu hunian (DTH) berjumlah 3.489 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, sebanyak 3.251 rekening penerima telah disiapkan oleh pemerintah.
Sedangkan DTH yang telah tersalurkan hingga Selasa, 13 Januari, BNPB mencatat sebanyak 1.141 kepala keluarga. DTH sebesar Rp600 ribu per bulan per KK diberikan selama tiga bulan.
"Bantuan huntara dan DTH ini diberikan kepada kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat. Mereka nantinya akan mendapatkan hunian tetap (huntap) dan diharapkan dapat cepat pulih dengan tempat tinggal yang baru," ujarnya.
Muhari menyampaikan, secara pararel hunian tetap (huntap) juga dilakukan pembangunan di wilayah terdampak. Data yang dihimpun hingga 14 Januari, huntap yang diusulkan pemerintah daerah sebanyak 3.460 unit dan dalam proses pembangunan sebanyak 648 unit.
Lebih lanjut, Muhari mengatakan, untuk korban jiwa di Sumut, sebanyak 264 meninggal, hilang 72 jiwa dan mengungsi 10.854 jiwa.
Dari sejumlah wilayah administrasi kabupaten/kota, 14 daerah masih berada pada status transisi darurat ke pemulihan. Dua daerah telah mengakhiri status tanggap darurat.
Keempat belas wilayah dengan status transisi darurat ke pemulihan yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Sibolga, Humbang Hasundutan, Pak Pak Bharat, Nias Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Batubara, Medan dan Binjai.
"Dengan masih adanya pengungsian dan status kedaruratan tersebut, Pemerintah Pusat melalui BNPB terus mendistribusikan bantuan pangan dan non-pangan dari Pos Logistik Kualanamu ke sejumlah wilayah Sumut, termasuk ke Provinsi Aceh," ujarnya.
