BNPB: Total 1.190 Korban Jiwa Akibat Bencana Sumatra, 141 Hilang

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:11 WIB
Ilustrasi tim SAR menggotong korban bencana Sumatra. (SinPo.id/dok.BNPB)
Ilustrasi tim SAR menggotong korban bencana Sumatra. (SinPo.id/dok.BNPB)

SinPo.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, per 14 Januari 2026, jumlah korban bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, totalnya sebanyak 1.190 jiwa, dan yang hilang tercatat 141 orang. 

"Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 131.521 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangannya, Kamis, 15 Januari 2026. 

Menurut Muhari, seiring membaiknya kondisi lapangan, jumlah pengungsi menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Sebanyak 64.021 jiwa telah kembali ke rumah atau ke lingkungan asalnya, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Penurunan ini dipengaruhi oleh percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan, serta pemulihan kawasan permukiman yang semakin kondusif untuk dihuni kembali.

BNPB bersama pemerintah daerah terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadan.

Dia melanjutkan, dari total 51.740 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan hunian sementara sebanyak 27.560 unit. Saat ini, 4.304 unit masih dalam proses pembangunan dan 262 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni. Selain itu, pengajuan hunian sementara tipe hanggar tercatat sebanyak 8.440 unit, dengan 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi.

Adapun skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH), juga terus dioptimalkan untuk mendukung masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap. Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 15.305 kepala keluarga. 

Dari jumlah tersebut, 10.656 rekening penerima telah siap, dengan penyaluran yang terus meningkat. Tercatat penambahan 139 penerima dalam periode terakhir, sehingga total penerima DTH yang telah menerima bantuan mencapai 2.089 kepala keluarga.

Di sisi logistik dan peralatan, distribusi bantuan terus digencarkan melalui jalur darat dan udara guna menjangkau seluruh wilayah terdampak. Sejak 29 November 2025 hingga 13 Januari 2026, total logistik yang dimobilisasi mencapai 1.742 ton. 

"Sebanyak 99,7 persen dari total tersebut telah tersalurkan kepada masyarakat terdampak melalui koordinasi BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah setempat," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI