AS Umumkan Fase Kedua Gencatan Senjata di Gaza, PBB: Semua Pihak Harus Patuhi Perjanjian

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:44 WIB
Juru bicara PBB Stephane Dujarric. (SinPo.id/Anadolu)
Juru bicara PBB Stephane Dujarric. (SinPo.id/Anadolu)

SinPo.id - Juru bicara PBB Stephane Dujarric mendesak Israel dan Hamas untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata setelah utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya fase kedua rencana gencatan senjata.

"Kami terus mendesak semua pihak untuk mematuhi komitmen yang telah mereka buat berdasarkan perjanjian tersebut," kata Dujarric, dalam keterangan persnya, Kamis, 15 Januari 2026.

"Kami melihat bahwa dalam sebulan terakhir, kami telah mampu melakukan sebanyak yang kami bisa untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan," imbuhnya.

Ia menilai, selama gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober lalu masih terdapat banyak tantangan di bidang kemanusiaan, dan banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Gaza. Sehingga pihaknya mendesak adanya solusi dua negara.

Pasalnya, Israel terus menargetkan warga sipil termasuk anak-anak di tengah gencatan senjata. Bahkan hampir 450 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 1.200 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak gencatan senjata dimulai.

Tak hanya itu, Israel juga menolak untuk membuka kembali penyeberangan Gaza meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada November 2025 yang menyerukan gencatan senjata permanen, dan pengiriman bantuan tanpa hambatan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI