Menlu: Batas Antara Ekonomi dan Keamanan Dunia Makin Kabur

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 14 Januari 2026 | 13:58 WIB
Menlu RI, Sugiono (Sinpo.id/Kemlu)
Menlu RI, Sugiono (Sinpo.id/Kemlu)

SinPo.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan, kondisi yang menonjol di dunia saat ini yaitu semakin kaburnya batas antara sektor ekonomi dan keamanan. Karena, kebijakan perdagangan, investasi, dan teknologi semakin sering digunakan sebagai instrumen ekonomi.

"Dalam kenyataan baru ini, kekuatan ekonomi suatu negara tidak hanya semakin diukur dari angka pertumbuhannya, namun juga dari kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi," kata Sugiono dalam pidato Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Gedung Kemlu, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Sugiono menerangkan, berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, diplomasi ekonomi diarahkan ke pertumbuhan dan juga ketahanan ekonomi nasional. Untuk itu, Sugiono memastikan, akan terus mendorong sektor ini menjadi inti dari bagian dari diplomasi.

Sebab, dengan kekuatan ekonomi global dan komersil, Indonesia hadir dengan fondasi yang kokoh, dengan wilayah dengan angka pertumbuhan yang berada di atas dunia. Termasuk dengan inflasi yang terkendali, surflus perdagangan dan tingkat realisasi investasi yang tetap tinggi.

"Fondasi ekonomi yang stabil ini berkat posisi Indonesia di panggung dunia dan juga ditopang peran aktif Indonesia yang di dunia berkembang. Dan untuk mempertahankan pera tersebut, Indonesia harus mampu mengamankan masa depannya sendiri," ucapnya.

Adapun upaya yang dilakukan untuk  memperkuat financial inclusion, yaitu melalui mekanisme inovatif seperti QRIS. Terlebih, QRIS telah memfasilitasi transaksi lintas batas di berbagai negara, diantaranya di Thailand, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang.

Selain itu, sepanjang 2025, Indonesia juga telah menyepakati tiga perjanjian kerjasama ekonomi, dengan Kanada, Peru, serta Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI