Diculik di Gabon, Legislator NasDem Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 14 Januari 2026 | 13:44 WIB
DPR menggelar Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 (Ashar/SinPo.id)
DPR menggelar Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta Kementerian Luar Negeri  (Kemlu) dan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri segera mengintensifkan koordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang diculik di perairan Gabon.

Amelia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penculikan empat WNI yang dilaporkan sebagai bagian dari aksi bajak laut bersenjata terhadap kapal penangkap ikan di wilayah laut tersebut.

"Insiden ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm tentang meningkatnya ancaman terhadap keselamatan WNI di jalur maritim internasional," kata Amelia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Dia menegaskan upaya perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk langkah-langkah preventif membangun mekanisme early warning dan task force tanggap krisis dengan dukungan antarinstansi merupakan hal yang penting.

"Tidak hanya untuk menanggapi insiden yang terjadi, tetapi juga untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan," katanya.

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini mengaku akan terus memantau perkembangan kasus itu dan memastikan Komisi I DPR RI bekerja secara aktif bersama pemerintah untuk memastikan hak dan keselamatan WNI terjaga.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah memperkuat diplomasi perlindungan dan kerja sama internasional dalam mengatasi ancaman bajak laut.

"Dengan kondisi keamanan global yang kurang kondusif saat ini, sudah sepatutnya kita mengintensifkan keamanan laut kita, guna mengantisipasi gangguan pada rantai pasok negara kita," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan WN China dilaporkan menjadi korban penculikan bajak laut dari sebuah kapal ikan di perairan Gabon, Afrika tengah, menurut laporan media setempat, Senin, 12 Januari 2026.

"Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon," kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong.

Meyong menyatakan bahwa dalam serangan tersebut, para pelaku yang terdiri dari tiga pria bersenjata menculik sembilan awak kapal yang terdiri dari 5 warga negara China dan 4 WNI.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI