Polri Siap Dukung Penambahan Kuota Petugas Haji 2026, Siapkan Personel Terbaik
SinPo.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan petugas haji dari unsur kepolisian. Dukungan ini sejalan dengan rencana pemerintah menambah kuota petugas haji guna meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi jamaah Indonesia.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pada prinsipnya Polri siap memenuhi kebutuhan penambahan kuota petugas haji sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang dimiliki institusinya.
“Terkait rencana pemerintah menambah kuota petugas haji dari Polri, kami siap mendukung dan menyiapkan personel terbaik sesuai kebutuhan,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa 13 Januari 2206.
Ia menjelaskan, Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri telah melakukan koordinasi internal untuk mempersiapkan personel yang akan bertugas. Personel tersebut nantinya akan difokuskan pada tugas pelayanan, pengamanan, serta perlindungan terhadap jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Personel Polri akan menjalankan tugas pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat Indonesia yang melaksanakan ibadah haji,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa kuota petugas haji dari unsur TNI dan Polri pada tahun ini ditambah hingga dua kali lipat. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, menyusul penilaian positif terhadap kinerja petugas TNI-Polri pada penyelenggaraan haji sebelumnya.
Menurut Dahnil, petugas dari unsur TNI dan Polri dinilai memiliki kedisiplinan, ketangguhan, serta rasa tanggung jawab yang tinggi, sehingga sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan jamaah haji Indonesia.
Selain penambahan personel, Kementerian Haji dan Umrah RI juga melibatkan Mabes TNI dan Polri dalam proses pembinaan dan pelatihan calon petugas haji. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengingat pelaksanaan ibadah haji menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima.
Sebanyak 179 personel pelatih dari unsur TNI dan Polri diterjunkan bersama pelatih internal kementerian. Para calon petugas haji akan menjalani pelatihan intensif yang mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan, ketangguhan, serta profesionalisme dalam melayani jamaah selama rangkaian ibadah haji.

