Pramono Klaim Waduk Batu Licin Tekan Genangan di Cilangkap Jaktim
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Waduk Batu Licin di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin, 12 Januari 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan waduk tersebut menjadi salah satu simpul pengendalian banjir di wilayah timur Jakarta yang selama ini rawan genangan saat hujan deras.
Adapun waduk seluas 4,5 hektare itu sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana. Pramono mengatakan pergantian nama dilakukan untuk menyesuaikan dengan sejarah lokal kawasan Cilangkap.
Dari total luas lahan, kata dia, sekitar 2,7 hektare difungsikan sebagai area tampungan air dengan kedalaman mencapai enam meter.
“Masalah banjir di Jakarta Timur tidak bisa diselesaikan dengan satu proyek. Waduk ini bagian dari rangkaian sistem yang kami bangun agar air tidak langsung masuk ke permukiman,” kata Pramono dalam keterangan resminya dikutip Selasa, 13 Januari 2026.
Menurut Pramono, wilayah Cilangkap kerap mengalami genangan setiap musim hujan karena minimnya daerah resapan. Dia berharap, dengan kapasitas tampung sekitar 92 ribu meter kubik, Waduk Batu Licin mampu menahan limpasan air hujan sebelum dialirkan ke sistem drainase dan sungai.
Pramono juga menyampaikan, Pemprov DKI telah membangun sembilan waduk di Jakarta Timur, Selatan, dan Barat. Menurutnya, seluruh waduk tersebut dirancang terhubung dengan sistem pompa dan pengendalian aliran sungai, termasuk Sungai Ciliwung dan Sunter.
“Sekarang pola penanganannya berbeda. Kami pantau curah hujan harian, kondisi rob, dan kapasitas pompa. Kalau muncul genangan, target kami surut dalam waktu satu jam,” ungkap dia.
Lebih jauh, Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI juga mengembangkan Waduk Batu Licin sebagai ruang terbuka publik. Dia menyebut, sejumlah fasilitas seperti lintasan lari, lapangan basket, dan area rekreasi disiapkan untuk warga sekitar.
"Tetapi saya mengingatkan fungsi utama waduk tetap sebagai infrastruktur pengendali banjir," ujar Pramono.
Kendati demikian, Pramono juga membuka akses pemanfaatan waduk untuk kegiatan warga, termasuk memancing, tanpa pungutan biaya.
“Silakan digunakan, tapi tanggung jawab menjaga fasilitas ini ada pada kita semua,” imbuh dia.
"Ke depan, pemerintah daerah masih akan meresmikan sejumlah waduk lain yang saat ini dalam tahap penyelesaian," tandasnya.

