Presiden Iran Masoud Pezeshkian Turun ke Jalan Dukung Pemerintah

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 13 Januari 2026 | 06:19 WIB
IRAN
IRAN

SinPo.id -  Presiden Iran Masoud Pezeshkian bergabung dalam aksi unjuk rasa pro-pemerintah yang digelar ribuan warga di Lapangan Enghelab, Teheran, di tengah gelombang demonstrasi nasional yang dipicu krisis ekonomi dan berujung korban jiwa. Dalam aksi tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintahannya “siap mendengarkan” aspirasi rakyat.

Aksi pro-pemerintah itu berlangsung saat demonstrasi besar-besaran terus melanda berbagai wilayah Iran. Unjuk rasa dipicu anjloknya nilai mata uang nasional ke level terendah sepanjang sejarah, serta kekecewaan publik terhadap represi politik, korupsi, dan kepemimpinan ulama. Kelompok hak asasi manusia melaporkan lebih dari 500 demonstran tewas akibat tindakan keras aparat keamanan Iran.

Sementara itu, di Amerika Serikat, sinyal respons keras datang dari Presiden Donald Trump. Pakar keamanan nasional Rebeccah Heinrichs, senior fellow di Hudson Institute, menyebut Trump kemungkinan sudah menyiapkan langkah konkret terhadap Iran, bahkan sebelum pengarahan resmi mengenai opsi kebijakan AS digelar.

“Presiden Trump pasti sudah memiliki opsi di benaknya dan telah menerima pengarahan rutin dari militer terkait situasi di Iran,” ujar Heinrichs dalam wawancara dengan Fox & Friends, Senin. Ia menilai pengarahan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat bisa saja merupakan bagian dari strategi “deception” atau pengalihan.

Menurut Heinrichs, tidak menutup kemungkinan Trump akan lebih dulu menginisiasi langkah AS untuk mendukung para demonstran, sebelum pengarahan resmi dilakukan. Opsi yang disebut antara lain serangan siber, serangan militer terbatas, hingga penyediaan akses internet satelit seperti Starlink agar warga Iran dapat berkomunikasi di tengah pemadaman internet.

Trump sendiri dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Perang Pete Hegseth, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. Hal ini berlangsung seiring laporan bahwa rezim Iran telah mengerahkan berbagai kekuatan, termasuk milisi sekutu seperti Hizbullah dan kelompok bersenjata Irak, untuk meredam pemberontakan yang meluas.

Menanggapi pertanyaan apakah Iran telah melewati “garis merah”, Trump memberikan jawaban singkat namun tegas. “Mereka mulai melakukannya,” kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One.

“Kami memantau ini dengan sangat serius. Militer juga sedang melihatnya, dan kami mempertimbangkan sejumlah opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan,” ujarnya.

Ketegangan ini menambah daftar krisis geopolitik global, di saat Iran menghadapi tekanan internal yang semakin besar dan potensi respons internasional yang kian mengeras.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI