BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta, Banjir Meluas Rendam 63 RT

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 13 Januari 2026 | 04:07 WIB
Hujan deras mengguyur Jakarta dari pagi menyebabkan banjir setinggi 40 cm di Jalang Gunung Sahari depan Mangga Dua Square (Ashar/SinPo.id)
Hujan deras mengguyur Jakarta dari pagi menyebabkan banjir setinggi 40 cm di Jalang Gunung Sahari depan Mangga Dua Square (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian wilayah Jakarta pada Selasa 13 Januari 2026 berpotensi hujan, terutama pada siang hingga sore hari. Kondisi tersebut berpotensi memperparah banjir yang hingga Senin malam masih meluas di sejumlah wilayah ibu kota.

Pada Selasa pagi, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan dengan suhu rata-rata 26–27 derajat Celcius dan kelembapan udara berkisar 75–85 persen. Kecepatan angin pada pagi hari diprediksi berada di kisaran 11,5 hingga 20,9 kilometer per jam.

Memasuki siang hari, hujan ringan diperkirakan mengguyur sebagian wilayah Jakarta. Bahkan, Jakarta Selatan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang. Sementara Jakarta Timur diprediksi cerah berawan. Adapun Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprakirakan cerah dengan suhu 26–27 derajat Celcius dan kelembapan 75–81 persen, serta kecepatan angin 11,5–20,2 km/jam.

Pada sore hari, hujan ringan diperkirakan kembali turun di sebagian besar wilayah Jakarta. Namun Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan diprediksi berawan. Suhu udara rata-rata berada di kisaran 26–27 derajat Celcius dengan kelembapan 81–87 persen dan kecepatan angin 10,1–17,4 km/jam.

Memasuki malam hari, hampir seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan, kecuali Kepulauan Seribu yang berpotensi hujan ringan. Suhu udara berkisar 25–27 derajat Celcius dengan kelembapan 81–87 persen dan kecepatan angin 6,8–17,3 km/jam.

Sementara pada Rabu (14/1/2026) dini hari, Jakarta masih diprakirakan berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di Kepulauan Seribu dengan suhu 23–26 derajat Celcius dan kelembapan udara 84–93 persen. Kecepatan angin diperkirakan berada di kisaran 8,9–27 km/jam.

Di tengah prakiraan cuaca tersebut, banjir di Jakarta terus meluas. Lebih dari 2.000 jiwa dari ratusan kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat rumah mereka terendam banjir.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebutkan salah satu lokasi pengungsian berada di Masjid Al Falah, Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, dengan jumlah pengungsi sekitar 700 jiwa dari 500 KK.

Selain itu, warga Kelurahan Tegal Alur mengungsi ke rumah susun dengan jumlah 130 jiwa dari 30 KK. Sebanyak delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara juga mengungsi di Mushalla Nurul Iman.

Untuk wilayah Jakarta Utara, pengungsian tersebar di Masjid Jamii Ar Ridho, Mushola Jamiyatul, Mushalla Al Ikhlas, Kantor RW, dan SDN 05 Kebon Bawang, dengan total 256 jiwa dari Kelurahan Kebon Bawang.

Sementara itu, 25 warga Kelurahan Lagoa mengungsi di Masjid Al Barokah dan Sekretariat RW 05. Sebanyak 157 jiwa warga Kelurahan Warakas mengungsi di Mushola Baiturahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushalla Al Wasilatul Iman. Adapun 625 jiwa warga Kelurahan Semper Barat mengungsi di Rusun Embrio, serta 81 jiwa lainnya di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari.

Hingga Senin malam pukul 21.00 WIB, banjir tercatat masih merendam 63 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalandi Jakarta. Ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 1 meter, dengan genangan tertinggi terjadi di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, serta Kampung Melayu, Jakarta Timur.

BPBD DKI Jakarta menyebutkan banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta meluapnya sejumlah sungai, sehingga air tidak tertampung secara optimal.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan darurat dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI