Home /

India Open 2026: Putri KW Waspada Cuaca New Delhi, PBSI Rombak Skuad Ganda Putri

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 13 Januari 2026 | 03:04 WIB
Bulu Tangkis (pixabay)
Bulu Tangkis (pixabay)

SinPo.id -  Rangkaian turnamen BWF World Tour berlanjut ke India Open 2026, turnamen level BWF World Tour Super 750 yang akan digelar pada 13–18 Januari di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi. Arena tersebut juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan BWF World Championships 2026 pada Agustus mendatang.

Tunggal putri andalan Indonesia, Putri Kusuma Wardani, yang menjalani debutnya di India Open, mengaku mewaspadai kondisi cuaca dan lapangan di New Delhi. Atlet yang juga berprofesi sebagai anggota Polri itu menilai suhu dingin dan udara kering menjadi tantangan tersendiri.

“Udaranya lumayan dingin dan kering, baik di luar maupun di dalam lapangan. Saya harus beradaptasi dengan kondisi ini dan melakukan pemanasan ekstra agar saat masuk lapangan sudah panas,” ujar Putri melalui siaran pers Humas PP PBSI.

Putri juga menyoroti kondisi arena pertandingan. “Untuk arena sebenarnya sama seperti turnamen lain, hanya tadi masih agak kotor dan berdebu. Semoga besok saat pertandingan kondisinya sudah lebih baik,” tambahnya.

Di babak 32 besar, Putri akan menghadapi tunggal putri Kanada Michelle Li. Pada pertemuan pertama mereka di babak empat Australian Open 2025, Putri menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-16, 21-18.

“Pertemuan pertama tidak mudah. Dengan kondisi lapangan yang berbeda, saya harus lebih siap lagi. Saya ingin lebih membatasi bola atas dia dan harus siap lebih capek,” tuturnya.

Selain Putri, Indonesia juga menurunkan tiga wakil lainnya di India Open 2026, yakni Jonatan Christie (tunggal putra), Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra), serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi (ganda putri).

Pada babak pertama, Jonatan Christie akan menghadapi Jia Heng Jason Teh asal Singapura. Sementara itu, Sabar/Reza bertemu pasangan Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh, dan Lanny/Tiwi langsung mendapat ujian berat dengan menantang unggulan teratas Liu Sheng Shu/Tan Ning dari China.

Di sisi lain, PBSI juga tengah menyiapkan kekuatan baru sektor ganda putri. Indonesia kini memiliki dua pasangan hasil perombakan, yakni Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari serta Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, yang dijadwalkan tampil di hadapan publik sendiri pada Indonesia Masters 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 20–25 Januari.

Pelatih ganda putri pelatnas, Karel Mainaky, mengungkapkan bahwa hasil yang diraih pasangan sebelumnya belum memenuhi ekspektasi. Hal tersebut menjadi dasar keputusan perombakan skuad.

“Kami sudah memberi kesempatan beberapa pertandingan kepada Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi, tapi hasilnya belum memuaskan dan sudah tidak bisa diteruskan,” ujar Karel dalam keterangan pers, Minggu (11/1/2026).

Ia menegaskan keputusan tersebut diambil demi kebutuhan teknis tim. Menurut Karel, Fadia membutuhkan pasangan dengan kekuatan serangan dari belakang, yang dinilai dimiliki oleh Tiwi. Sementara Apriyani memerlukan partner yang kuat dalam rotasi permainan dan power, peran yang diyakininya cocok diisi oleh Lanny.

“Untuk pertandingan pertama setidaknya di Indonesia Masters 2026, harapan saya mereka bisa menyamai atau bahkan melebihi pasangan lain yang progresnya sudah cukup baik seperti Ana/Trias dan Rachel/Febi,” jelasnya.

Karel menilai perombakan ini diharapkan dapat menciptakan persaingan internal yang lebih sehat dan ketat. Kompetisi tersebut diyakini akan mendorong ganda putri Indonesia kembali menembus level elite dunia.

Untuk proyeksi jangka panjang menuju Asian Games 2026 di Jepang, Karel saat ini mendorong Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Meski demikian, ia menegaskan peluang tetap terbuka bagi pasangan baru.

“Kalau memang mereka bisa melebihi, kenapa tidak,” pungkasnya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI