Ratusan Orang Dilaporkan Tewas dalam Aksi Unjuk Rasa di Iran
SinPo.id - Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat (AS) melaporkan, sedikitnya 538 orang tewas dalam aksi unjuk rasa di Iran, yang berujung pada bentrokan antara aparat dan masyarakat.
"Lebih dari 10.600 orang lainnya telah ditahan selama dua minggu protes," kata Aktivis Hak Asasi Manusia, dilansir dari AP, Senin, 12 Januari 2026.
Adapun dari mereka yang dilaporkan tewas, 490 merupakan pengunjuk rasa, dan 48 lainnya adalah pasukan anggota keamanan. Namun jumlah korban tewas kemungkinan dapat lebih banyak, mengingat sulitnya mencari informasi yang pasti lantaran putusnya akses internet.
Namun berdasarkan video yang dikirim dari Iran melalui jaringan pemancar satelit Starlink, terlihat para demonstran berkumpul di lingkungan Punak di Teheran utara, dimana pihak berwenang telah menutup jalan.
Di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran yang terletak sekitar 725 kilometer (450 mil) timur laut Teheran, para pengunjuk rasa berkonfrontasi dengan pasukan keamanan. Kemudian protes juga terjadi di Kerman, 800 kilometer (500 mil) tenggara Teheran.
Diketahui, demonstrasi dimulai pada 28 Desember karena runtuhnya mata uang rial Iran, karena adanya tekanan ekonomi akibat sanksi internasional atas program nuklir Iran. Namun aksi unjuk rasa berkembang menjadi seruan yang secara langsung menantang teokrasi Iran.

