IHSG Diprediksi Mixed Awal Pekan, UBS Jual Saham BUMI Rp133,8 Miliar

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 04:43 WIB
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (SinPo.id/Antara)
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (SinPo.id/Antara)

SinPo.id -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan koreksi pada perdagangan Senin 12 Januari 2026. Investment Analyst Edvisor Provina Visindo, Indy Naila, menilai pelaku pasar saat ini cenderung spekulatif, masih memantau risiko geopolitik seperti konflik Amerika Serikat–Venezuela serta rilis data inflasi AS yang krusial bagi arah suku bunga The Fed.

“Investor perlu aktif memantau seiring adanya kekhawatiran koreksi indeks terlebih dahulu,” ujar Indy, Sabtu 10 Januari 2026.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan sentimen global turut memengaruhi IHSG. Data non-farm payroll (NFP) AS Desember 2025 mencatat kenaikan 50.000 pekerja, lebih rendah dari ekspektasi 60.000. Hal ini membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter AS di 2026.

“Sepertinya tahun ini masih ada peluang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan dua kali,” kata Nafan.

Praktisi pasar modal William Hartanto menilai formasi tiga candlestick membentuk resistance IHSG di level 8.970, menandakan kondisi jenuh beli dan potensi koreksi sehat, terutama dari saham big caps konglomerat Grup Barito. Meski demikian, saham sektor tambang dan energi masih bisa dipertimbangkan. William memproyeksikan IHSG bergerak mixed di rentang 8.900–9.000.

Rekomendasi saham awal pekan antara lain HRUM (target Rp1.200–Rp1.300), NICL (Rp2.000), ESSA (Rp640–Rp680), dan SMGR (Rp2.740–Rp2.800). Indy juga menyarankan memantau AKRA (Rp1.400) dan ARCI (Rp1.850). Nafan memperkirakan support IHSG di level 8.901 dan 8.820 serta resistance di level 8.949 dan 9.003.

UBS Jual Saham BUMI

Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melaporkan UBS AG London kembali melepas kepemilikan sahamnya. Pada 6 Januari 2026, UBS menjual 289.629.900 saham BUMI di harga Rp462 per saham, dengan nilai transaksi Rp133,8 miliar.

Dengan penjualan tersebut, kepemilikan UBS turun dari 22,425 miliar saham (6,04%) menjadi 22,135 miliar saham (5,96%). UBS menyebut aksi jual dilakukan untuk lindung nilai terhadap aktivitas perdagangan derivatif.

Sehari sebelumnya, UBS sempat melakukan transaksi ganda: menjual 34,1 juta saham BUMI senilai Rp15,4 miliar dan membeli 219,5 juta saham senilai Rp99,4 miliar di harga Rp453 per saham. Kepemilikan UBS sempat naik ke 6,04% sebelum kembali turun usai transaksi penjualan 6 Januari.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI