Kebutuhan Guru Tahfidz Perempuan Tinggi, Menag Sebut Ini Peluang Nasional

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 11 Januari 2026 | 12:45 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. (SinPo.id/dok. Kemenag)
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. (SinPo.id/dok. Kemenag)

SinPo.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, saat ini terdapat kebutuhan yang besar dari pesantren-pesantren di seluruh Indonesia terhadap guru tahfidz perempuan untuk membimbing santriwati. 

Menurut dia, kebutuhan akan perempuan penghafal Al-Qur'an ini menjadi peluang emas bagi para hafizah untuk berkiprah lebih luas di kancah nasional.

"Keberadaan lembaga tahfidz putri sangat krusial. Kita melihat adanya kebutuhan mendesak akan kehadiran guru-guru tahfidz perempuan yang kompeten di berbagai daerah. Ini adalah peran strategis yang bisa diisi oleh para hafizah kita untuk memperkuat pendidikan Al-Qur'an di Indonesia," kata Nasaruddin saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-15 Jam'iyyah Hafidzotil Qur'an (JHQ) di Kendal, Jawa Tengah, dikutip Minggu, 11 Januari 2026. 

Nasaruddin lantas mengapresiasi potensi besar yang dimiliki Kabupaten Kendal. Kehadiran ribuan perempuan penghafal Al-Qur'an dinilai sebagai aset sumber daya manusia (SDM) yang strategis untuk pembangunan moral bangsa.

"Saya sangat mengapresiasi pemandangan luar biasa ini. Ribuan hafizah berkumpul dalam satu forum adalah potensi besar yang harus kita berdayakan secara optimal untuk kemaslahatan umat dan bangsa," ujarnya.

Nasaruddin menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk terus bersinergi dalam membina lembaga tahfidz. Membaca Al-Qur'an harus dilakukan dengan kesadaran penuh akan keagungan Tuhan.

"Para hafizah diharapkan tidak berhenti pada kemampuan tekstual semata, namun terus meningkatkan kapasitas diri hingga mampu membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat," imbaunya.

Penghafal Al-Qur'an juga diharapkan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai wujud pengamalan ajaran agama.

"Mencintai Al-Qur'an sejatinya juga berarti mencintai dan merawat alam semesta, karena keduanya adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT," tutupnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI