BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Mengintai

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 11 Januari 2026 | 05:25 WIB
Ilustrasi banjir (SinPo.id/ Ashar)
Ilustrasi banjir (SinPo.id/ Ashar)

SinPo.id -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan intensitas hujan di sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi secara merata, sementara hujan ekstrem tercatat di Maluku Utara dengan curah mencapai 256,3 mm per hari. Selain itu, hujan sangat lebat juga terpantau di Papua Barat sebesar 114,6 mm per hari dan Jawa Barat sebesar 113,2 mm per hari.

BMKG menjelaskan, peningkatan curah hujan dalam sepekan terakhir masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang kompleks. Faktor-faktor tersebut antara lain kondisi La Niña lemah, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di sebagian besar wilayah Indonesia, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) bernilai negatif, serta perambatan gelombang ekuator. Kombinasi kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah.

Analisis pada skala lokal juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konvektif yang didukung oleh kondisi atmosfer yang labil, sehingga hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi secara sporadis.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih signifikan. Pada skala global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia juga turut memperkaya suplai uap air. Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan melintasi Aceh, Sumatra bagian tengah dan selatan, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Selain itu, gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif, khususnya di wilayah Papua Selatan dan perairan sekitarnya. Kombinasi MJO dan gelombang ekuator tersebut berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan.

BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Australia. Daerah konvergensi angin diprediksi memanjang di Semenanjung Malaysia, Kepulauan Riau hingga Jambi, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, Selat Makassar, Laut Flores, Sulawesi Utara hingga Laut Maluku, serta wilayah Papua. Daerah pertemuan dan perlambatan angin ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di sekitarnya.

Prospek Cuaca 9–11 Januari 2026

Pada periode 9 hingga 11 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Barat Daya.

BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Papua Selatan. Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di wilayah Maluku Tenggara, Kepulauan Riau, Papua Selatan, NTB, NTT, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Prospek Cuaca 12–15 Januari 2026

Memasuki periode 12 hingga 15 Januari 2026, hujan ringan hingga lebat masih berpotensi mendominasi cuaca nasional. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Banten, Jakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

BMKG kembali menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta Papua. Sementara itu, potensi angin kencang berpeluang terjadi di Maluku, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Papua, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat Daya.

Prakiraan Khusus Jakarta

Untuk wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (10/1/2026), BMKG memprakirakan hujan akan terjadi merata. Hujan ringan diprediksi turun di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Khusus wilayah Kepulauan Seribu, hujan diprakirakan disertai petir. Suhu udara di Jakarta berada pada kisaran 23 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan 71 hingga 96 persen.

Imbauan BMKG

Memasuki awal tahun 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, serta gangguan transportasi darat, laut, dan udara.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang, termasuk perjalanan, kegiatan wisata, dan aktivitas keagamaan. BMKG juga mengingatkan pentingnya memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

BMKG turut menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan informasi cuaca sepanjang rute perjalanan. Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala sesuai perkembangan kondisi

BERITALAINNYA
BERITATERKINI