Mendag: 80 Persen Pedagang Pasar Kuala Simpang Tamiang Sudah Beraktivitas
SinPo.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, aktivitas jual beli di Pasar Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, saat ini sudah beroperasi 80 persen pascabencana. Dan, pembersihan lumpur-lumpur di lokasi pasar akan terus dipercepat.
"Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali dengan 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas. Aktivitas ini berjalan paralel dengan pembersihan pasar," kata Budi saat meninjau pemulihan Pasar Kuala Simpang, Jumat, 9 Januari 2026.
Dia menjelaskan, Pasar Kuala Simpang, salah satu terdampak bencana banjir, merupakan pasar terbesar yang menjadi pusat perdagangan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Pasar yang berdiri sejak 1982 ini menampung sebanyak 295 pedagang yang terdiri atas 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.
Karena itu Kemendag sangat fokus pada pemulihan pasar-pasar untuk kembali menggerakkan ekonomi masyarakat pascabencana.
"Kami telah mengecek kondisi Pasar Kuala Simpang. Sejumlah pedagang sudah mulai berjualan. Sembari proses pembersihan pasar terus dilakukan, kami terus memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di wilayah terdampak bencana terus terjaga," ujarnya.
Untuk mendukung percepatan pemulihan Pasar Kuala Simpang, beberapa waktu lalu, Kemendag melalui Program Kemendag Peduli menyerahkan bantuan berupa 100 unit tenda darurat untuk menjadi tempat berjualan para pedagang selama proses pemulihan berjalan.
Selain Pasar Kuala Simpang, Kemendag juga menyerahkan bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan itu merupakan hasil penggalangan dana pegawai Kemendag, pelaku usaha, dan masyarakat umum.
Budi memastikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan asosiasi pelaku usaha agar distribusi bapok di wilayah terdampak bencana lancar dan tersedia.
Hingga saat ini, stok bapok seperti daging ayam, telur, cabai keriting, dan cabai rawit terpantau terkendali karena mendapat pasokan dari Takengon dan Medan.
Sementara itu, Kemendag telah menyurati Bulog dan ID Food untuk segera mengisi pasokan minyak goreng MINYAKITA dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke daerah terdampak bencana.

