OJK Imbau Lembaga Keuangan Intensif Pantau Risiko Konflik AS-Venezuela
SinPo.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengimbau semua lembaga jasa keuangan untuk terus mencermati secara intensif perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela terhadap stabilitas geopolitik global dan pengaruhnya pada pasar keuangan internasional.
"Kami tentu meminta semua lembaga jasa keuangan untuk mencermati dan melakukan pemantauan yang intensif terhadap risiko-risiko ini, baik risiko pasarnya, risiko likuiditas, dan risiko kredit pembiayaan,” kata Mahendra dalam konferensi pers virtual, Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut Mahendra, untuk jangka pendek, konflik AS–Venezuela, belum berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia. Baik dari sisi produksi, harga minyak dunia maupun harga komoditas utama ekspor nasional.
Namun, risiko dalam jangka menengah dan panjang, tetap perlu diantisipasi. Sebab, eskalasi tensi geopolitik global telah meningkatkan ketidakpastian terhadap pertumbuhan serta stabilitas ekonomi dan keuangan dunia.
Bagi Mahendra, kondisi geopolitik global saat ini semakin kompleks. Pelanggaran kedaulatan suatu negara oleh negara lain kerap terjadi, tanpa sanksi yang setimpal. Hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran.
"Setelah Ukraina oleh Rusia, Palestina atau Gaza oleh Israel, kini Venezuela oleh AS, tentu preseden-preseden ini menimbulkan kekhawatiran ke depan untuk hal-hal serupa, karena ternyata bisa dilakukan tanpa konsekuensi yang memberatkan secara riil pada negara yang melakukan pelanggaran itu juga termasuk kemungkinannya di kawasan kita," ujarnya.

