BNPB: 17 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sitaro Sulut, Dua Korban Masih Hilang

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 09 Januari 2026 | 07:25 WIB
Pascabanjir bandang di tiga kecamatan di Kabupaten Kepualauan Sitaro, Sulut (SinPo.id/BNPB)
Pascabanjir bandang di tiga kecamatan di Kabupaten Kepualauan Sitaro, Sulut (SinPo.id/BNPB)

SinPo.id - Memasuki hari keempat pascabencana banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, upaya penanganan darurat masih terus dilakukan. Fokus utama penanganan meliputi operasi pencarian dan penyelamatan korban, pendataan dampak, serta penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga Kamis, 8 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang. Dari jumlah tersebut, termasuk satu korban anak yang ditemukan pada Rabu, 7 Januari 2026.

“Sebagian korban telah berhasil diidentifikasi, sementara sembilan korban lainnya masih dalam proses pendataan dan identifikasi oleh petugas,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.

Selain korban meninggal dunia, dua orang dilaporkan masih hilang dan hingga kini terus dilakukan pencarian oleh tim gabungan. Operasi pencarian melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat dan dilakukan secara intensif di wilayah terdampak.

Dari sisi penanganan medis, tercatat 12 orang korban dirujuk ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, empat korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manado guna memperoleh penanganan medis lanjutan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Bencana banjir bandang ini juga menyebabkan ratusan warga harus mengungsi. "Hingga saat ini, sebanyak 691 kepala keluarga tercatat terdampak dan berada di lokasi pengungsian. Proses pendataan terhadap pengungsi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga memperoleh bantuan dan layanan dasar yang dibutuhkan," paparnya.

Kerusakan infrastruktur akibat bencana juga cukup signifikan. Data sementara mencatat sebanyak 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah rusak berat, 29 unit rumah rusak sedang, dan 89 unit rumah rusak ringan. Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan terdampak, sejumlah bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan, serta beberapa akses jalan dilaporkan masih terputus dan dalam pendataan lanjutan.

BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, instansi terkait, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan guna mempercepat penanganan darurat. Bantuan logistik darurat telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

"Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 5 hingga 18 Januari 2026. Penetapan status tersebut dituangkan dalam Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026, sebagai dasar optimalisasi sumber daya dan dukungan lintas sektor sesuai perkembangan situasi di lapangan" tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI