Menhaj Tegaskan Kesiapan Haji 2026, Fokus Pelindungan Jemaah dan Layanan Ramah Perempuan

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 09 Januari 2026 | 06:19 WIB
Menhaj Tegaskan Kesiapan Haji 2026 (SinPo.id/Kemenhaj)
Menhaj Tegaskan Kesiapan Haji 2026 (SinPo.id/Kemenhaj)

SinPo.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dengan mengedepankan pelindungan jemaah, khususnya melalui penguatan layanan ramah perempuan dan penerapan standar istithaah kesehatan secara ketat.

“Penyelenggaraan haji tahun ini kami arahkan lebih humanis. Jumlah petugas akan kami perbanyak, termasuk pembimbing perempuan, karena mayoritas Jemaah Haji Indonesia adalah perempuan,” ujar Menhaj dalam Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa biaya layanan Armuzna pada musim haji tahun ini mengalami penurunan. “Biaya Armuzna turun dari sekitar SAR 2.300 menjadi SAR 2.100 per jemaah. Penurunan ini tidak mengurangi kualitas layanan karena seluruh kontrak menggunakan skema harga bersih tanpa cashback dan tanpa fee,” jelasnya.

Terkait pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Menhaj menyebut progres di sejumlah daerah sudah sangat baik.

“Sumatera Barat hampir 100 persen, Aceh sudah 83 persen dan Sumatera Utara lebih dari 90 persen. Kami optimistis dalam dua hari ke depan pelunasan Bipih bisa mencapai 100 persen secara nasional,” ungkap Menhaj.

Isu istithaah kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah tahun ini. Menurut Menhaj, penerapan standar kesehatan jemaah akan dilakukan secara tegas.

“Pemerintah Arab Saudi memberi perhatian khusus pada istithaah kesehatan. Pemeriksaan akan dilakukan secara acak dan jemaah yang tidak memenuhi syarat berpotensi dipulangkan. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang memaksakan keberangkatan jemaah yang tidak layak secara kesehatan,” tegasnya.

Menhaj menambahkan, Kemenhaj akan melakukan perbaikan di sisi embarkasi dan layanan di Arab Saudi, termasuk optimalisasi pemeriksaan di bandara, seleksi ketat syarikah, serta pendistribusian kartu Nusuk sejak embarkasi.

“Semua ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah sejak dari Tanah Air hingga kembali ke Indonesia,” katanya.

Menhaj juga menegaskan pentingnya peran media dalam mengawal penyelenggaraan ibadah haji.

“Media adalah mitra strategis kami untuk memastikan pelaksanaan haji berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada keselamatan serta kenyamanan jemaah,” pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI