Prioritaskan MRT, Pramono: Revitalisasi Kawasan Bersejarah Menyusul

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 08 Januari 2026 | 20:43 WIB
Kawasan Kota Tua, Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)
Kawasan Kota Tua, Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan penyelesaian proyek MRT sebagai prioritas utama sebelum melakukan penataan kawasan bersejarah seperti Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan Kota Tua. Penataan kawasan tersebut direncanakan mulai berjalan pada pertengahan 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembenahan kawasan heritage itu akan dilakukan secara bertahap setelah proyek transportasi massal strategis diselesaikan. 

Menurut dia, fokus pemerintah saat ini masih tertuju pada pembangunan MRT yang dinilai krusial bagi mobilitas warga.

“Kami tidak ingin pengerjaan berjalan bersamaan dan saling mengganggu. MRT harus dibereskan dulu, baru kemudian kawasan-kawasan itu kami tata secara menyeluruh,” kata Pramono, Kamis, 8 Januari 2026.

Pramono menjelaskan salah satu proyek MRT yang segera memasuki tahap awal konstruksi berada di kawasan Duta Merlin. Dia menyebut proses peletakan batu pertama proyek tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Untuk MRT di Duta Merlin, persiapannya sudah hampir selesai. Dalam waktu dekat akan segera dimulai,” tuturnya. 

Dia menilai keberadaan MRT nantinya akan menjadi penopang utama revitalisasi kawasan Pasar Baru dan sekitarnya. Dengan sistem transportasi yang lebih baik, kata Pramono, pemerintah berharap kawasan bersejarah tersebut dapat kembali hidup sebagai pusat aktivitas ekonomi, budaya, dan pariwisata.

Kendati belum dilakukan dalam waktu dekat, Pramono memastikan penataan Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan Kota Tua tetap masuk dalam agenda besar Pemprov DKI Jakarta. 

Dia menyebut kawasan-kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang penting bagi ibu kota.

“Semua itu akan kita kerjakan, tapi waktunya harus tepat supaya hasilnya maksimal,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI