Legislator DKI Minta Revitalisasi Pasar Tak Berhenti di Kombongan

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 07 Januari 2026 | 21:47 WIB
Suasan pasar Kombongan usai direvitalisasi. (Agus Priatna/SinPo.id)
Suasan pasar Kombongan usai direvitalisasi. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan revitalisasi pasar rakyat tidak berhenti pada Pasar Kombongan, Kemayoran. 

Dia menilai masih banyak pasar tradisional di Jakarta yang terbengkalai dan membutuhkan reaktivasi serupa untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Menurut Al Fatih, keberhasilan Pemprov DKI bersama Perumda Pasar Jaya menghidupkan kembali Pasar Kombongan setelah lima tahun mangkrak harus dijadikan model kebijakan berkelanjutan. 

“Revitalisasi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kembali ruang ekonomi rakyat,” kata Al Fatih, Rabu, 7 Januari 2026.

Dia menuturkan, pembenahan Pasar Kombongan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyasar transformasi sistem pengelolaan pasar. 

"Sejumlah fasilitas seperti sertifikat laik fungsi, penerapan sistem pembayaran digital melalui QRIS, hingga pemanfaatan panel surya, disebut sebagai langkah adaptasi pasar tradisional terhadap perubahan zaman," tutur dia. 

Kendati demikian, Al Fatih mengingatkan masih terdapat persoalan mendasar yang harus segera dituntaskan, terutama terkait aksesibilitas menuju pasar. Menurut dia, kondisi infrastruktur jalan yang belum optimal berpotensi menghambat aktivitas perdagangan.

Dia pun mengapresiasi instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kepada para wali kota untuk segera melakukan perbaikan akses jalan di sekitar pasar. 

“Akses yang baik menentukan kelancaran distribusi, kenyamanan pembeli, dan keberlanjutan usaha pedagang,” ujar Al Fatih.

Selain Pasar Kombongan, Al Fatih mendorong Pemprov DKI mempercepat reaktivasi pasar-pasar lain yang telah lama terbengkalai, termasuk Pasar Gedong. Dia juga menyoroti wilayah-wilayah yang hingga kini belum memiliki pasar rakyat sebagai prioritas pembangunan ke depan.

Tak hanya itu, Al Fatih menekankan pentingnya kesiapan pasar tradisional dalam menghadapi ekosistem digital. Menurutnya, pasar rakyat perlu didorong untuk terhubung dengan layanan belanja daring, pengantaran cepat, serta berkolaborasi dengan berbagai platform digital agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.

“Dengan pendampingan yang tepat, pasar rakyat justru memiliki keunggulan dari sisi kesegaran produk, kedekatan sosial, dan harga yang lebih berkeadilan,” kata dia.

Al Fatih menambahkan, pasar rakyat memiliki fungsi sosial yang melampaui aktivitas jual beli. 

"Karena itu, revitalisasi pasar perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan pengelolaan modern tanpa menghilangkan jati diri, serta didukung infrastruktur dan digitalisasi yang inklusif," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI