Pemprov DKI Dorong Pasar Rakyat Berbasis Digital, Pasar Kombongan Jadi Percontohan
SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menekankan transformasi tata kelola pasar rakyat seiring peresmian kembali Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Januari 2025.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut revitalisasi pasar tidak lagi cukup berfokus pada bangunan, tetapi juga pada sistem pengelolaan dan pola transaksi.
“Pasar rakyat harus bersih, tertib, dan mengikuti perkembangan zaman. Kalau pengelolaannya modern, pembeli akan merasa lebih aman dan nyaman,” kata Pramono dalam keterangannya, Selasa, 6 Januari 2026.
Adapun Pasar Kombongan yang sempat mangkrak selama hampir lima tahun kini kembali beroperasi dengan dua lantai dan ratusan unit usaha. Pramono menyebut, seluruh kios dan los di pasar tersebut diwajibkan menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS.
Menurutnya, kebijakan ini bertujuan menekan praktik pungutan liar sekaligus mengurangi risiko kejahatan di lingkungan pasar. Dia menilai digitalisasi transaksi dapat menjadi pintu masuk pembenahan pasar rakyat secara menyeluruh.
“Kalau transaksinya transparan, pengelolaan retribusi juga lebih jelas. Ini penting untuk kepercayaan pedagang dan pembeli,” tuturnya.
Kendati demikian, Pramono mengingatkan bahwa modernisasi pasar tidak boleh mengabaikan kebutuhan dasar pedagang. Dia mengatakan, dalam dialog singkat dengan sejumlah pedagang, persoalan akses dan mobilitas barang kembali mencuat.
"Penutupan jalur lama akibat lintasan kereta api disebut berdampak langsung pada aktivitas jual beli," ungkap Pramono.
Pramono menyatakan telah meminta Perumda Pasar Jaya dan pemerintah kota setempat mencari solusi akses alternatif, setidaknya bagi kendaraan roda dua. Dia menegaskan pembenahan sistem harus berjalan beriringan dengan kemudahan mobilitas.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan revitalisasi Pasar Kombongan merupakan bagian dari program pembaruan pasar rakyat di Jakarta.
Hingga akhir 2025, kata dia, Perumda Pasar Jaya telah melakukan perbaikan terhadap hampir 84 pasar dari total 153 pasar yang dikelola.
“Revitalisasi tidak hanya fisik, tapi juga manajemen, parkir, keamanan, dan sistem pembayaran,” kata Agus.
Adapun Pasar Kombongan kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti musala, toilet umum dan disabilitas, ruang laktasi, CCTV, serta area bongkar muat.

