Migran Venezuela di Seluruh Dunia Rayakan Penangkapan Nicolas Maduro

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 04 Januari 2026 | 18:57 WIB
WN Venezuela rayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro (SinPo.id/ Fox News)
WN Venezuela rayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro (SinPo.id/ Fox News)

SinPo.id - Para migran Venezuela di seluruh dunia, mendukung misi Amerika Serikat (AS) untuk menangkap mantan presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, untuk  menghadapi persidangan kriminal di New York.

Sedangkan Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengelola Venezuela hingga pemerintahan baru terbentuk.

Para demonstran anti-Maduro di Mexico City merayakan penangkapan tersebut dan menyebutnya sebagai akhir dari pemerintahan narkoba Venezuela.

Bahkan seorang warga Venezuela yang tinggal di Meksiko selama 18 tahun, Gloria Sosa, menyatakan kebahagiaan dan kedamaian atas penangkapan yang dilakukan pasukan AS tersebut.

"Pemerintahan narkoba telah berakhir. Pemerintahan narkoba di Venezuela telah usai. Kami merasakan kebahagiaan dan kedamaian," katanya, dilansir dari ABC News, Minggu, 4 Januari 2025.

Di Argentina dan ibu kota Kolombia, warga Venezuela merayakan penangkapan Maduro. Bahkan warga Venezuela yang tinggal di Buenos Aires bersorak dan berpelukan satu sama lain di jalan utama, sambil mengibarkan bendera Venezuela.

Di ibu kota Peru, Lima, puluhan warga Venezuela berkumpul, banyak yang membungkus diri dengan bendera negara mereka, untuk memperingati penggulingan Maduro.

Namun, beberapa pendukung Maduro meneriakkan slogan-slogan yang menolak penangkapan tersebut dan menyebunya sebagai intervensi AS.

Menurut Margarett, seorang warga California yang tinggal di Mexico City, percaya bahwa Trump berusaha mengalihkan perhatian dari masalah domestik dengan membunuh orang-orang yang tidak bersalah.

"Saya malu dengan apa yang dilakukan negara saya. Venezuela bukanlah musuh kita. Trump adalah musuh kita. Saya pikir dia mencoba mengalihkan perhatian dari semua hal buruk yang dia lakukan di Amerika Serikat dengan membunuh orang-orang yang tidak bersalah," ungkap Margarett.

Diketahui, Maduro, yang didakwa dengan berbagai tuduhan AS, termasuk konspirasi terorisme narkoba, diperkirakan akan hadir pertama kali di pengadilan federal Manhattan, pada Senin mendatang.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI