Operasi Lilin 2025: Polri Amankan 33.800 Gereja dan Ribuan Titik Nataru, Arus Balik ke Jabotabek Naik 16 Persen
SinPo.id - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan pengamanan besar-besaran selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 melalui Operasi Lilin 2025. Kakorsabhara Polri Irjen Mulia Hasadungan Ritonga mengungkapkan, puluhan ribu gereja hingga berbagai fasilitas publik menjadi fokus pengamanan demi memastikan ibadah dan libur masyarakat berjalan aman dan kondusif.
“Kami sudah melaksanakan pengamanan secara terbuka dan tertutup di 33.800 gereja,” kata Ritonga saat memantau arus balik di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 3 Januari 2026
Selain gereja, Polri juga mengamankan ratusan titik transportasi dan lokasi strategis lainnya, mulai dari 659 terminal, 545 pelabuhan, 185 bandara, 295 stasiun kereta api, 2.823 pusat perbelanjaan, 4.277 objek wisata, hingga 1.852 titik perayaan malam Tahun Baru.
Dalam Operasi Lilin 2025, Polri menerjunkan 312.314 personel yang disebar di seluruh Indonesia. Personel tersebut didukung 2.928 pos yang terdiri dari 1.829 pos pengamanan, 766 pos pelayanan, dan 333 pos terpadu.
Ritonga menegaskan, tugas Polri dalam Operasi Lilin bukan sekadar pengamanan teknis, tetapi juga menjaga makna kehidupan masyarakat selama libur panjang. “Mulai dari pengamanan ibadah dan kegiatan spiritual, suka cita keluarga dan komunitas, mobilitas masyarakat, pusat keramaian, pusat perekonomian, hingga kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana dan keamanan publik,” ujarnya.
Seiring pengamanan Nataru, arus balik menuju wilayah Jabotabek juga menunjukkan peningkatan signifikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 324.208 kendaraan kembali ke Jabotabek pada periode Hari H hingga H+1 Tahun Baru 2026, yakni Kamis (1/1) pukul 06.00 WIB sampai Sabtu (3/1) pukul 06.00 WIB. Angka ini naik 16,24 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, mayoritas kendaraan datang dari arah timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 147.817 kendaraan atau 45,59 persen, disusul dari arah barat (Merak) 90.590 kendaraan dan arah selatan (Puncak) 85.801 kendaraan.
Secara rinci, lalu lintas dari Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat 71.614 kendaraan atau naik 29,60 persen, sementara dari Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 76.203 kendaraan atau naik 32,17 persen. Dari arah Puncak melalui GT Ciawi, terjadi kenaikan 27,62 persen dibandingkan kondisi normal.
Jasa Marga juga mencatat selama 16 hari periode libur Nataru 2025/2026, sebanyak 2.638.186 kendaraan meninggalkan Jabotabek, meningkat 11,49 persen dari lalu lintas normal. Sementara kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 2.472.184 unit atau naik 8,01 persen.
Rivan mengingatkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026. Untuk itu, Jasa Marga bersama Kepolisian telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk optimalisasi layanan operasional, rekayasa lalu lintas sesuai diskresi kepolisian, serta kesiapan petugas dan sarana pendukung di lapangan.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengatur jadwal perjalanan dengan cermat dan memanfaatkan waktu di luar jam padat agar perjalanan tetap aman dan lancar,” pungkas Rivan.
