Komdigi Pastikan Jaringan Telekomunikasi Aman saat Arus Balik Nataru

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 03 Januari 2026 | 20:49 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria. (SinPo.id/Tio)
Wamenkomdigi Nezar Patria. (SinPo.id/Tio)

SinPo.id - Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan kesiapan jaringan telekomunikasi di simpul-simpul transportasi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026. Penguatan jaringan difokuskan pada lokasi dengan mobilitas tinggi, termasuk bandara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan stabilitas jaringan menjadi faktor krusial dalam mendukung kelancaran arus balik. Menurut dia, layanan telekomunikasi yang andal dibutuhkan masyarakat untuk mengakses informasi perjalanan hingga melakukan transaksi digital.

“Ketika trafik penumpang meningkat, kebutuhan terhadap konektivitas juga melonjak. Karena itu kami memastikan jaringan tetap optimal agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Nezar dalam keterangan resminya, Sabtu, 3 Januari 2026.

Adapun, kata dia, Kemkomdigi memprediksi puncak arus balik Nataru terjadi pada 3–4 Januari 2026, termasuk di jalur udara. Untuk itu, kementerian melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas layanan telekomunikasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Nezar pun meninjau langsung Posko Monitoring Telekomunikasi di bandara tersebut pada Jumat, 2 Januari 2026. Dia menyebut pengecekan lapangan diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan layanan di tengah potensi kepadatan penumpang.

“Kami ingin memastikan pengalaman penumpang tetap nyaman, terutama dalam hal akses komunikasi dan layanan digital selama perjalanan,” tutur dia. 

Dia menyampaikan, hasil pemantauan menunjukkan kualitas jaringan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta berada dalam kondisi stabil. 

"Kecepatan internet tercatat berkisar antara 120 hingga 160 Mbps, yang dinilai cukup untuk menunjang kebutuhan digital penumpang," ungkap Nezar. 

Selain itu, lanjutnya, pengawasan spektrum frekuensi tidak menemukan adanya gangguan interferensi. Nezar menyebut, petugas infrastruktur telekomunikasi disiagakan selama periode arus balik untuk merespons potensi kendala teknis.

“Sejauh ini penggunaan spektrum terkendali dan tim di lapangan siap melakukan penanganan jika diperlukan,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI