Antisipasi Banjir Rob, Pemprov DKI Siagakan Pompa dan Bangun Tanggul Darurat

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 03 Januari 2026 | 20:22 WIB
Pompa air untuk antisipasi banjir Rob (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Pompa air untuk antisipasi banjir Rob (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan berlangsung hingga 7 Januari 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penyiagaan pompa air, pintu air, serta pembangunan tanggul darurat di sejumlah titik pesisir utara Jakarta.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan seluruh infrastruktur pengendali air telah disiagakan untuk menekan risiko limpasan air laut ke kawasan permukiman. 

“Kami memastikan pompa, pintu air, dan petugas lapangan siap beroperasi agar dampak rob bisa diminimalkan,” kata Ika, Sabtu, 3 Januari 2026.

Menurut Ika, pompa stationer dan pompa mobile disiagakan di beberapa lokasi rawan, antara lain Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, dan Pompa Tanjungan. 

"Selain itu, Satuan Tugas SDA atau Pasukan Biru juga ditempatkan di wilayah pesisir untuk merespons cepat apabila terjadi genangan," ungkapnya. 

Dia menyampaikan, Dinas SDA juga membangun tanggul darurat sebagai solusi sementara sambil menunggu penyelesaian proyek tanggul laut terpadu National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). 

"Tanggul tersebut dibangun di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Jalan R.E. Martadinata di depan Jakarta International Stadium, serta Marunda Pulo," ujar Ika. 

Ika berharap langkah-langkah tersebut dapat menjaga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir tetap berjalan. 

“Kami berupaya menahan air laut agar tidak masuk ke daratan dan mengganggu kegiatan warga,” imbuhnya. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan banjir rob hingga 7 Januari 2026. Peringatan tersebut didasarkan pada informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok mengenai potensi pasang maksimum air laut.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan pasang maksimum dipicu oleh fase bulan purnama yang bertepatan dengan perigee atau supermoon. Menurut dia, kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut.

“Waktu kritis diperkirakan terjadi pada pagi hingga siang hari, sehingga warga pesisir diminta lebih waspada,” kata Isnawa.

Adapun BPBD DKI mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, di antaranya Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Marunda, kawasan Pasar Ikan Sunda Kelapa, Tanjung Priok dan Kalibaru, serta Ancol, termasuk area sekitar Jakarta International Stadium.

"Pemprov DKI mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca dan gelombang laut secara berkala serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat melalui layanan 112 atau kanal resmi BPBD DKI Jakarta," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI