Kementan Data Ternak Terdampak Bencana di Sumatra

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:23 WIB
Wamentan RI Sudaryono. (SinPo.id/Tio)
Wamentan RI Sudaryono. (SinPo.id/Tio)

SinPo.id - Pemerintah mulai mendata ternak yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra sebagai langkah awal penanganan dan pemulihan usaha peternakan. Pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi di lapangan dan menekan potensi kerugian lebih besar bagi peternak.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Kementerian Pertanian mengidentifikasi seluruh jenis ternak yang terdampak, mulai dari unggas hingga ternak besar. Dia menyebut, pendataan itu menjadi dasar penyusunan program pemulihan pascabencana.

“Kami memastikan seluruh ternak yang terdampak tercatat, baik ayam, sapi, maupun kambing. Dari situ akan disiapkan skema bantuan setelah masa darurat berakhir,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Sabtu, 3 Januari 2026.

Menurut dia, saat ini pemerintah masih memprioritaskan penanganan pada fase kedaruratan. Sudaryono menyampaikan, penyaluran bantuan khusus sektor peternakan akan dilakukan setelah kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

“Sekarang fokusnya masih bantuan darurat karena masyarakat terdampak masih sangat membutuhkan dukungan kemanusiaan,” ungkapnya. 

Sudaryono menjelaskan, pada tahap pemulihan pasca bencana, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah program untuk membantu peternak bangkit kembali. Salah satunya, kata dia, melalui program Ayam Merah Putih bagi peternak yang kehilangan usaha akibat bencana alam.

Pemerintah, kata Sudaryono, juga memastikan ketersediaan anggaran untuk membiayai penanganan bencana, mulai dari fase kedaruratan hingga pemulihan. Negara, menurut Sudaryono, tidak akan membiarkan peternak menghadapi dampak bencana sendirian.

“Pendampingan akan dilakukan secara bertahap agar peternak bisa kembali berproduksi dan menjaga ketahanan pangan di daerah terdampak,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI