Tarif Rp1, MRT Jakarta Angkut 326 Ribu Penumpang saat Tahun Baru

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:51 WIB
Penumpang saat berada didalam gerbong LRT Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)
Penumpang saat berada didalam gerbong LRT Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat sebanyak 326.372 pelanggan menggunakan layanan MRT Jakarta selama penerapan tarif khusus Rp1 pada pergantian tahun baru 2026. Kebijakan tersebut berlaku pada Rabu, 31 Desember 2025, dan Kamis, 1 Januari 2026.

Adapun jumlah penumpang tersebut meningkat 7,59 persen dibandingkan periode tahun baru sebelumnya yang mencatat 303.345 pelanggan. Pada hari pertama, MRT Jakarta melayani 185.895 pelanggan, sementara pada hari kedua tercatat 140.477 pelanggan.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan lonjakan penumpang itu diantisipasi dengan penyesuaian pola operasional. 

Salah satunya, kata dia, dengan memperpanjang jam layanan hingga pukul 02.00 WIB pada Kamis, 1 Januari 2026.

“Tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang menghadiri sejumlah kegiatan di sepanjang jalur MRT Jakarta,” kata Rendy, Sabtu, 3 Januari 2026.

Selain penyesuaian jadwal dan tarif, kata Rendy, MRT Jakarta juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengelola kepadatan penumpang. 

Menurutnya, persiapan tersebut meliputi penambahan personel layanan, penyediaan stok kartu perjalanan, serta optimalisasi alat pembaca kartu di seluruh stasiun.

“Sehingga mobilitas masyarakat yang menggunakan layanan MRT Jakarta di momen tahun baru menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman,” ujar Rendy.

Dia menyampaikan, kawasan di sekitar stasiun MRT kini juga berkembang menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat. "Salah satunya Blok M Hub, yang tercatat dikunjungi 145.855 orang selama periode 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026," imbuhnya. 

Menurut Rendy, pengembangan kawasan berbasis transit dan inklusif di sekitar stasiun turut meningkatkan daya tarik perjalanan menggunakan transportasi publik. 

“Ketertarikan ini mendorong peningkatan angka keterangkutan transportasi publik, khususnya MRT Jakarta,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI