Lantik Pejabat Kemenhaj, Gus Irfan Minta Maksimalkan Persiapan Penyelenggaraan Haji 2026

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:26 WIB
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf. (SinPo.id/dok. Kemenhaj)
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf. (SinPo.id/dok. Kemenhaj)

SinPo.id -  Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, melantik pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kemenhaj, baik tingkat pusat maupun daerah. Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan kepemimpinan dan penataan organisasi, guna memastikan kesiapan menyeluruh dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Gus Irfan menyampaikan, para pejabat yang dilantik langsung dihadapkan pada tantangan strategis. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan layanan haji dan umrah yang semakin kompleks serta menuntut ketepatan, kecepatan, dan akuntabilitas.

"Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 membutuhkan perhatian serius di seluruh bidang, termasuk proses pelunasan biaya haji, keakuratan data jemaah, serta kejelasan informasi kepada masyarakat. Kepastian pelunasan menjadi fondasi utama dalam memastikan kesiapan layanan pada setiap tahapan," kata Gus Irfan, dikutip Kamis, 1 Januari 2026 

Gus Irfan menekankan pentingnya kesiapan asrama haji sebagai pintu awal pelayanan jemaah. Asrama tersebut harus memenuhi standar kelayakan, keamanan, kenyamanan, serta ramah bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

Pada aspek transportasi udara, perlunya koordinasi yang kuat dan berkelanjutan dengan maskapai penerbangan agar proses keberangkatan dan kepulangan jemaah berjalan tepat waktu, aman, dan nyaman. Selain itu, kelengkapan dokumen haji, termasuk paspor dan visa, harus didukung oleh sistem layanan yang terintegrasi dan akurat.

Selain itu, penyediaan perlengkapan haji yang tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat kualitas, sebagai wujud tanggung jawab negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, juga sangat penting. 

Tak kalah penting, lanjut Gus Irfan, kesiapan petugas haji merupakan kunci utama keberhasilan layanan di lapangan. Proses seleksi, pembekalan, dan penempatan petugas harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kompetensi, disertai integritas dan empati dalam melayani jemaah.

Untuk itu, ia berpesan kepada para pejabat yang dilantik agar memastikan seluruh aspek persiapan haji dan umrah berjalan secara terpadu dan akuntabel. 

Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan integritas, kecepatan, serta semangat kolaborasi, dengan kepentingan jemaah sebagai orientasi utama.

"Saya harap pelantikan ini menjadi momentum penguatan kinerja organisasi Kementerian Haji dan Umrah dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang berintegritas, transparan, akuntabel, dan lancar," tandasnya.

 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI