DPR Soroti Antrean Panjang SPBU di Sumbar Dampak Bencana Banjir

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:17 WIB
Banjir merendam sejumlah kawasan (SinPo.id/Antara)
Banjir merendam sejumlah kawasan (SinPo.id/Antara)

SinPo.id -  Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat I, M Shadiq Pasadigoe, menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah wilayah di Sumatra Barat, sejak terjadinya bencana banjir.

Menurutnya, persoalan distribusi dan pelayanan bahan bahar minyak (BBM) tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena akan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan publik, hingga mobilitas pascabencana.

“Dalam reses ini, banyak masyarakat yang menyampaikan langsung kepada saya tentang antrean panjang BBM di SPBU. Ini bukan persoalan kecil. Di tengah kondisi pascabencana, masyarakat justru dihadapkan pada kesulitan tambahan,” kata Shadiq, dalam keterangan persnya, Jumat, 1 Januari 2026.

Ia mengatakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memiliki peran utama dalam menetapkan kebijakan sektor energi, termasuk regulasi harga eceran BBM, standar teknis SPBU, serta perizinan usaha niaga BBM.

Namun, PT Pertamina (Persero) juga bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap kinerja Pertamina sebagai BUMN yang menjalankan operasional distribusi BBM di lapangan. 

Di samping itu, Kementerian Perdagangan berperan dalam pengawasan aspek niaga, termasuk keakuratan meteran BBM, legalitas usaha, serta stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Artinya, tidak ada alasan untuk saling lempar tanggung jawab. Ini harus menjadi kerja cepat dan terkoordinasi antara Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perdagangan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah pusat untuk mengambil langkah konkret dan cepat, mulai dari evaluasi distribusi BBM pascabencana, penambahan pasokan di daerah terdampak, hingga penguatan pengawasan di SPBU agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

"Negara harus hadir secara nyata dalam situasi darurat dan pemulihan. Masyarakat Sumatra Barat sedang bangkit dari musibah banjir dan longsor. Jangan sampai kesulitan BBM justru memperlambat pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat,” tandasnya.

 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI