Kemenkop Konsolidasi PMO untuk Percepat Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 31 Desember 2025 | 11:35 WIB
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (SinPo.id/dok. Kemenkop)
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (SinPo.id/dok. Kemenkop)

SinPo.id - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengonsolidasikan sekaligus mengevaluasi tugas Project Management Officer (PMO) Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Konsolidasi ini untuk mengawal percepatan pembangunan gudang dan gerai di seluruh Indonesia dan meneguhkan peran PMO dalam pengelolaan Kopdes secara tertib, terarah dan akuntabel.

"Saya meminta kepada seluruh PMO agar dapat menjalin koordinasi dan sinergi dengan kepala daerah, Pangdam, kepala dinas, PT Agrinas sehingga jika ada kendala dapat segera diselesaikan sehingga membantu percepatan pembangunan fisik Kopdes/Kel Merah Putih. Saya berharap pada Januari jumlah pembangunan gudang dan gerai dapat lebih signifikan," kata Menkop Ferry Juliantono dalam keterangannya, Rabu, 31 Desember 2025. 

Menurut Ferry, mengelola 83.128 Kopdes Merah Putih didukung oleh 1.104 PMO yang tersebar di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, pastinya menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan waktu, luas dan kompleksitas wilayah, hingga dinamika koordinasi lintas sektor dan tingginya ekspektasi masyarakat.

Karena itu, sangat perlukan integritas, displin dan konsistensi PMO. PMO harus tetap bekerja sesuai ketentuan dan menjunjung tinggi tata kelola yang akan menjadi penentu keberhasilan. 

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh PMO baik di  tingkat pusat, provinsi dan kabupaten kota atas komitmennya selama tahun 2025. Ini merupakan fondasi penting keberhasilan Kopdes/Kel Merah Putih," katanya.  

Dalam diskusi interaktif, PMO Jambi Adi Putra melaporkan capaian pembangunan Kopdes Merah Putih di Jambi sebanyak 206 sedang dalam progres pembangunan. Menurut Adi, para pengurus Kopdes Merah Putih sudah mendapatkan pelatihan namun kembali mengharapkan pelatihan dapat dilanjutkan terutama menyangkut wawasan kebangsaan. 

"Wawasan ini perlu untuk mendukung semangat gotong royong dan rasa  kesatuan yang sangat diperlukan untuk mengelola Kopdes/Kel Merah Putih," katanya.  

Rustam Irsyad, PMO dari Papua, mengakui perkembangan pembangunan Kopdes Merah Putih belum signifikan, baru empat Kopdes yang baru tahap pengerjaan. Kendala ini disebabkan penilaian anggaran pembangunan di Papua berbeda dengan daerah lain, termasuk juga kendala pengadaan lahan. 

"Setelah empat kopdes ini selesai dibangun, baru dapat ditentukan berupa biaya pembangunan satu Kopdes. Ini akan menjadi rujukan biaya untuk pembangunan Kopdes lainnya di Papua," kata Rustam.   

Hingga saat ini, capaian pembangunan fisik Kopdes yang sangat signifikan terlaksana di Jawa Timur. Menurut Wawan, PMO Jawa Timur, capaian pembangunan sudah menjangkau 3.762 titik dan pengerjaannya mencapai 44 persen.   

Selain itu, Kadis Kalimantan Tengah melaporkan pembangunan gudang dan gerai Kopdes ada sebanyak 173 titik dari 209 lahan yang sudah terindetifikasi. Menurutnya, pembangunan terkendala  oleh faktor jalan dan banjir yang membuat akses mencapai lokasi sulit. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Lampung mengemukakan pihaknya konsisten melakukan pendampingan terhadap PMO maupun Business Assistant. Ini mendorong percepatan pengembangan Kopdes Merah Putih. Dilaporkannya, pihaknya  bergerak cepat untuk memastikan pembangun fisik Kopdes berjalan. Saat ini, ada 718 titik yang sedang dalam kegiatan pembangunan, salah satu akan diresmikan pada 7 Februari 2026.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI