Maman Optimis dalam Setahun UMKM Terdampak Bencana Sudah Pulih Maksimal

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:48 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman meninjau pedang di Aceh Tamiang. (SinPo.id/dok. Kementerian UMKM)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman meninjau pedang di Aceh Tamiang. (SinPo.id/dok. Kementerian UMKM)

SinPo.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meyakini, keberadaan Klinik UMKM Bangkit mampu mempercepat pemulihan ekonomi UMKM terdampak bencana paling lama dalam jangka waktu satu tahun, melalui tahap pemetaan berlangsung hingga Maret 2026. Klinik tersebut merupakan sentral pengaduan sekaligus pusat bantuan usaha bagi UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Dikomandani pemerintah daerah, klinik ini bertugas mengurus layanan pembiayaan dengan memastikan UMKM terdampak bencana yang terdata dan memiliki tanggungan kredit di bank mendapatkan relaksasi pinjaman serta kecukupan modal usaha," ujar Maman saat kunjungan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa, 30 Desember 2025. 

Maman menerangkan, Klinik UMKM Bangkit juga difungsikan sebagai pusat perbelanjaan produk lokal buatan UMKM di tiga provinsi terdampak. Produk-produk mereka akan dipasarkan di dalam dan luar provinsi, sehingga dapat menghidupkan UMKM setempat sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah ini diyakini mampu menggerakkan kembali ekonomi di wilayah terdampak bencana.

Selain itu, klinik akan menyediakan layanan produksi agar UMKM yang usahanya terhenti dapat melanjutkan kegiatan usahanya. Peralatan produksi sesuai kebutuhan akan difasilitasi melalui layanan ini.

"Klinik ini kita buat untuk melakukan pemetaan sekaligus mencari solusi agar UMKM di tiga provinsi, terutama di Aceh Tamiang, bisa hidup dan bangkit kembali," kata Maman.

Lebih lanjut, Abdurrahman mengimbau pelaku UMKM yang terdampak bencana, agar memprioritaskan penanganan rumah tangga dan lingkungan terlebih dahulu, tanpa terlalu terbebani oleh persoalan utang usaha.

"Kementerian UMKM bersama Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan OJK menyiapkan perangkat aturan dan kebijakan agar UMKM yang memiliki tanggungan kredit di bank dapat memperoleh relaksasi dan keringanan," kata Maman 

Klinik UMKM Bangkit akan berdiri di delapan titik di tiga provinsi. Di Aceh, klinik berada di Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya. Di Sumut, klinik berada di Medan dan Tapanuli Tengah, sementara di Sumbar berada di Padang. Lokasi-lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan letak wilayah dan jumlah personel. 

Meski demikian, setiap klinik akan melayani seluruh UMKM di wilayah terdampak di sekitarnya.

"Saya mohon Klinik UMKM Bangkit ini dijadikan rumah tempat berkumpulnya para UMKM di Aceh Tamiang. Jadikan klinik ini tempat mencari solusi. Insyaallah perangkatnya sudah disiapkan hingga ekonomi Aceh pulih dan normal kembali," ujarnya. 

Maman juga menambahkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan mulai hari ini mereaktivasi Pasar Pagi Kuala Simpang agar para pedagang dapat kembali berjualan, sementara masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebanyak 140 tenda bantuan akan didirikan sebagai lokasi berjualan sementara, dan pemerintah setempat berencana menambah sekitar 200 tenda lagi agar semakin banyak pedagang yang dapat beraktivitas. "Silakan diatur bagus-bagus, dimanfaatkan baik-baik. Jaga kebersamaan," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI