Dialog Budaya di Palu, Menbud Fadli Zon Ajak Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Sulteng

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 31 Desember 2025 | 05:40 WIB
Fadli Zon
Fadli Zon

SinPo.id -  Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pelestarian dan pemajuan warisan budaya Sulawesi Tengah melalui kolaborasi lintas sektor. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Dialog Kebudayaan bertema “Kebijakan Pelestarian Warisan Budaya Sulawesi Tengah”yang digelar di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Senin 30 Desember 2025

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku budaya, akademisi, serta komunitas seni dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya daerah.

Dalam pemaparannya, Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan peradaban tua dan kekayaan budaya yang sangat besar. Menurutnya, keragaman objek budaya yang dimiliki menjadikan Indonesia sebagai negara dengan mega diversity yang harus dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.

“Sebagai negara yang kaya dengan budaya, kekayaan budaya kita ini adalah kekayaan yang paling luar biasa. Dengan objek budaya yang sangat besar, Indonesia adalah negara dengan mega diversity,” ujar Fadli Zon.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Strategi utama yang didorong Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, adalah penguatan Cultural and Creative Industry (CCI) serta pemanfaatan Kekayaan Intelektual atau Intellectual Property (IP).

Menbud mencontohkan ikon budaya Sulawesi Tengah seperti patung megalitikum di Lembah Bada dan patung Tadulako yang berpotensi dikembangkan menjadi IP unggulan. Dengan pengelolaan yang tepat, ikon-ikon tersebut dapat melahirkan produk turunan bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Selain itu, Fadli Zon menyoroti peran strategis museum sebagai “etalase peradaban bangsa”. Ia mendorong revitalisasi Museum Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya pada aspek tata pamer, agar lebih menarik dan edukatif sehingga mampu meningkatkan minat kunjungan masyarakat untuk mengenal kebudayaan lokal.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kembali Taman Budaya Sulawesi Tengah sebagai pusat aktivitas seni dan budaya. Pembangunan ulang tersebut direncanakan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami akan berupaya membangun kembali taman budaya ini mengikuti arahan Menteri Kebudayaan, agar masyarakat memiliki kembali ruang berinteraksi dan berekspresi secara budaya,” kata Reny.

Dialog kebudayaan ini juga menjadi forum diskusi strategis yang membahas berbagai isu, mulai dari peran kebudayaan dalam pembangunan karakter bangsa, pemetaan nilai-nilai tradisi yang relevan dengan konteks kekinian, hingga tantangan dan peluang pelestarian budaya di tengah dinamika sosial.

Turut mendampingi Menteri Kebudayaan dalam kegiatan ini antara lain Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII Andriyani. Hadir pula Wakil Bupati Donggala Taufik Muhammad Burhan dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Andi Kamal Lembah.

Menutup dialog, Fadli Zon menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan merupakan instrumen yang harus dimanfaatkan secara aktif oleh seluruh pihak. Menurutnya, pemajuan kebudayaan nasional hanya dapat tercapai melalui kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, komunitas budaya, seniman, budayawan, hingga sektor swasta.

“Kita memajukan kebudayaan nasional, menghidupkan dan mengaktivasi ruang-ruang publik, dan itu harus dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Melalui dialog budaya ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda pemajuan kebudayaan di Sulawesi Tengah di bawah wilayah kerja Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII. Hasil diskusi diharapkan menjadi bahan perumusan program kebudayaan, baik di tingkat regional maupun nasional.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI