Polemik Tambang Nikel Raja Ampat hingga Damai Sesaat di Gaza
Pada Juni 2025 pemeirntah mencabut izin tambang nikel di Raja Ampat. Kebijakan itu diawali dengan polemik ancaman kerusakan alam yang disuarakan pegiat lingkungan yang menggelar protes di acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo, awal Juni 2025. Pada bulan yang sama muncul perdamian antara Israel dan Palestina di Gaza. Langkah itu terjadi usai pertempuran udara melibatkan Iran.
Mencabut IUP Tambang di Raja Ampat
SinPo.id - Pemerintah resmi mencabut izin usaha pertambangan (IUP) milik empat perusahaan di wilayah Raja Ampat. Kebijakan itu sesuai keputusan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar perusahaan tambang nikel yang beroperasi di kawasan Raja Ampat dicabut.
"Dan atas petunjuk Bapak Presiden, beliau memutuskan bahwa pemerintah akan mencabut izin usaha pertambangan untuk empat perusahaan di Kabupaten Raja Ampat,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 10 Juni 2025.
Tercatat keempat perusahaan tersebut yakni PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining. Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo Subianto telah memimpin rapat terbatas untuk mencabut izin tambang. “Salah satunya membahas tentang izin usaha pertambangan di Kabupaten Raja Ampat ," kata Prasetyo menambahkan.
Menurut Prasetyo, proses pencabutan IUP tersebut melalui proses koordinasi dan pengumpulan data secara objektif di lapangan, setelah Presiden Prabowo menugaskan kementerian terkait untuk menghimpun data dan informasi secara objektif di lapangan.
“Menteri-menteri terkait itu yakni Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, termasuk Mensesneg dan Seskab terus berkoordinasi mencari informasi, mengumpulkan data di lapangan seobjektif mungkin,” kata Prasetyo menjelaskan.
Pencabutan izin tambang nikel di Raja Ampat itu diawali dengan polemik ancaman kerusakan alam yang disuarakan pegiat lingkungan dari Greenpeace Indonesia, yang menggelar protes di acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025.
Protes disampaikan Greenpeace menyebutkan industrialisasi nikel telah menciptakan kerusakan lingkungan hingga konflik horizontal di masyarakat. Dalam protesnya Greenpeace Indonesia melibatkan empat pemuda Papua membentangkan banner ketika Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyampaikan sambutan. “Pemerintah bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi di Raja Ampat, di Papua. Save Raja Ampat,” kata salah satu pemuda Papua.
Selain berorasi mereka juga menampilkan tiga banner berwarna kuning bertuliskan tulisan hitam . Banner pertama bertuliskan “What’s the true cost of your nickel?” kemudian “Nickel mines destroy lives” serta “Save Raja Ampat from nickel mining.”Selain di ruangan konferensi, banner dengan pesan yang sama juga dibentangkan di area ekshibisi.
Kepala Global Greenpeace untuk Kampanye Hutan Indonesia, Kiki Taufik mengatakan, protes saat acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo, senagaja dilakukan saat para pebisnis industri nikel dan pemerintah hadir dalam konferensi tersebut. Sedangkan kerusakan akibat industri nikel sudah terlihat jelas di sejumlah daerah seperti Halmahera, Wawonii, hingga di Kabaena.
“Saat ini sudah mulai masuk di Raja Ampat, ada lima pulau yang sudah mulai dieksploitasi dan dibongkar,” ujar Kiki.
Ia menyebutkan, selain itu Raja Ampat merupakan global geopark dan tempat paling favorit untuk wisata bawah laut. “75 persen terumbu karang yang bagus di dunia itu adanya di Raja Ampat dan saat ini mulai dihancurkan,” ujar Kiki menambahkan.
Pesan protes yang disampaikan menyebutkan jangan sampai lingkungan dan hajat hidup masyarakat dikorbankan atas nama transisi energi, khususnya lewat hilirisasi nikel. Dia menilai masyarakat Raja Ampat menjadi korban berkali-kali atas eksploitasi nikel dan hanya menjadi penonton.
Greenpeace juga meminta pemerintah Indonesia menyetop dan mencabut izin konsesi di lima pulau di wilayah Raja Ampat. “Sudahlah wilayahnya dihancurkan, ruang hidupnya dihancurkan, tidak ada lagi tempat buat mereka untuk hidup, untuk mencari makan, kemudian juga ditutup mata pencariannya,” kata Kiki menjelaskan.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi sebelumnya juga memprotes sikap pemerintah yang dinilai tak bertindak tegas terhadap perusahaan swasta. Padahal perusahaan itu justru menjadi perusak utama kawasan konservasi di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya.
"Yang kami lihat saat ini, hanya PT Gag Nikel yang ditindak, sementara tiga perusahaan swasta yang lebih parah tidak disentuh sama sekali," ujar kata Bambang.
Ia menyebut ada tiga perusahaan masing-masing yang menambang di Raja Ampat, masing-masing PT Anugerah Surya Pratama (ASP), PT Kawei Sejahtera Mining (KSM), dan PT Mulia Raymond Perkasa (MRP).
Menurut Bambang, informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan PT ASP merupakan perusahaan asal Tiongkok telah terindikasi melanggar pidana karena menyebabkan pencemaran dan merusak ekosistem laut di wilayah operasinya. PT KSM diketahui telah membuka lahan sejak 2023 dan mulai menambang pada 2024.
Tak hanya itu, lokasi tambang berada sangat dekat dengan kawasan konservasi Raja Ampat. Sehingga, berisiko besar terhadap keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. (*)
Reda Sesaat Usai Pertempuran Udara
SinPo.id - Pertempuran udara di kawasan Timur Tengah antara Iran dan Israel mulai reda seiring pengumuman gencatan senjata dari kedua belah pihak. Dilansir AFP, Rabu 25 Juni 2025, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengumumkan berakhirnya perang selama 12 hari dengan Israel serta siap berunding dengan Amerika Serikat (AS).
"Kita menyaksikan terbentuknya gencatan senjata dan berakhirnya perang 12 hari yang dipaksakan oleh petualangan dan provokasi Israel," kata Masoud.
Pernyataan Masoud Pezeshkian disampaikan dalam sebuah pidato yang disiarkan oleh kantor berita resmi IRNA. Dalam pernyataanya Masoud mengatakan, Iran siap berunding namun negaranya akan terus menegaskan hak-haknya yang sah untuk penggunaan tenaga atom secara damai.
Di tengah situasi gencatan senjata itu, badan keamanan utama Iran menyatakan pasukan republik telah memaksa Israel secara sepihak mundur. Garda Revolusi juga memuji salvo rudal yang ditembakkan ke Israel pada menit terakhir sebagai pelajaran bersejarah dan tak terlupakan bagi musuh Zionis.
Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengumpulkan kabinetnya mengumumkan negaranya telah mencapai semua tujuan Operasi Rising Lion. Benjamin mengatakan telah menghilangkan ancaman eksistensial ganda dari program rudal nuklir dan balistik Iran. Ia juga bersumpah menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran gencatan senjata.
Pernyataan gencatan senjata antara Iran dan Israel terjadi usai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan militernya menghancurkan tiga fasilitas utama program nuklir Iran, di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Dalam pidato resmi di Gedung Putih pada Minggu, 22 Juni 2025, Trump menegaskan serangan itu merupakan respons strategis terhadap ancaman jangka panjang yang ditimbulkan oleh rezim Teheran. “Malam ini, saya dapat melaporkan kepada dunia bahwa serangan itu merupakan keberhasilan militer yang spektakuler. Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dihancurkan,” kata Trump .
Ia menyebut tujuan serangan itu untuk melumpuhkan kapasitas pengayaan nuklir Iran dan menghentikan ancaman yang ditimbulkan oleh apa yang ia sebut sebagai negara sponsor teror nomor satu di dunia.
Trump juga memperingatkan masih banyak target di Iran dapat diserang dalam waktu singkat jika Iran tidak menunjukkan tanda-tanda menuju perdamaian. “Akan ada perdamaian atau tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar daripada yang telah kita saksikan selama delapan hari terakhir,” kata Trump menegaskan.
Namun pernyataan Donald trump itu berbeda pada kemudian hari, tepatnya selasa 24 Juni ia mengucapkan terima kasih ke Iran usai pangkalan militer Al Udeid di Qatar digempur serentetan rudal pada hari yang sama. Meski Trump menganggap enteng serangan balasan Iran itu dan menyebutnya sebagai serangan yang sangat lemah. Sebab sebelum melancarkan serangan, Iran sempat memberi peringatan. Trump menilai peringatan awal dari Iran menunjukkan negara itu ingin menghindari korban jiwa.
Tercatat militer AS telah membombardir dan melenyapkan sejumlah fasilitas nuklir Iran di dalam bunker pada Sabtu, 21 Juni 2026. langkah AS itu sebagai respon serangan udara Iran terhadap sjeumlah kawasan di Israel.
Media AP News menyebutkan militer AS menggunakan bom bunker-buster dalam serangannya terhadap fasilitas pengayaan bahan bakar nuklir milik Iran, yang dibangun jauh di dalam pegunungan.
Bom bunker-buster buatan Amerika seberat 30 ribu pon yang dikenal sebagai GBU-57 Massive Ordnance Penetrator menggunakan berat dan kekuatan kinetik murni untuk menembus ke dalam tanah sebelum meledak.
Serangan itu merupakan pertama kalinya bom tersebut digunakan dalam pertempuran. Kapal selam AS juga ikut ambil bagian dalam serangan di Iran, dengan meluncurkan sekitar 30 rudal jelajah Tomahawk, menurut pejabat AS lainnya yang juga berbicara secara anonim terkait operasi militer. (*)

