Bahlil Kirim Ribuan Genset-Kompor Gas untuk 224 Desa Aceh yang Masih Padam
SinPo.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa 1.000 unit genset serta 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang untuk warga terdampak bencana banjir di wilayah Aceh. Ribuan genset tersebut ditujukan untuk 224 desa di 10 kabupaten Provinsi Aceh yang hingga kini belum dialiri listrik.
"Atas atas arahan Presiden Republik Indonesia, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan 1.000 unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5-7 KVA. Selain rumah, bantuan genset ini juga dipergunakan untuk melistriki saudara-saudara yang masih ada di tenda-tenda pengungsian agar mereka juga bisa mendapatkan fasilitas listrik," kata Bahlil, dikutip Minggu, 28 Desember 2025
Adapun rincian 3.000 unit kompor gas yang dikirim, terdiri dari berbagai jenis. Sebanyak 2.000 unit kompor berat 2 kg per unit dengan total 4.000 kg, 930 unit kompor dikemas dalam 93 dus (masing-masing dus 15 kg) sehingga total 1.395 kg, serta 70 unit kompor dengan total berat 140 kg.
Selain itu, dikirim pula 3.000 unit regulator dan selang gas yang dikemas dalam 300 dus (setiap dus berisi 10 set regulator dan selang). Dengan berat sekitar 8 kg per dus, total berat regulator dan selang mencapai 2.400 kg.
Secara keseluruhan, estimasi total berat bantuan kompor gas dan perlengkapannya yang dimuat ke pesawat sekitar 7.935 kg atau hampir delapan ton.
Bahlil menyampaikan, pengiriman ini sebagai bagian dari respons cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana, khususnya bagi keluarga yang kehilangan akses listrik dan sarana memasak.
Pengiriman genset menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Sementara bantuan kompor gas dan kelengkapannya diberangkatkan melalui pesawat kargo agar cepat tiba di lokasi tujuan.
Bahlil menerangkan, genset merupakan solusi sementara bagi wilayah yang infrastruktur kelistrikannya mengalami kerusakan dan belum dapat dipulihkan karena kondisi genangan air. Meski jaringan tegangan tinggi di beberapa titik sudah terkoneksi kembali, sejumlah daerah masih menghadapi masalah pada jaringan rendah sehingga belum bisa menerima pasokan listrik normal.
"Kita tahu semua bahwa listrik khususnya di Aceh secara tegangan tinggi itu sudah terkoneksi baik dari backbone Sumatra maupun Arun dan Biereun, Nagan Raya, itu semua sudah terkoneksi. Tetapi kita tahu bahwa kondisi untuk jaringan rendahnya masih banyak daerah-daerah yang belum bisa kita masuki. Ini terjadi karena infrastruktur yang belum selesai," ujarnya.
Bahlil menegaskan kembali langkah yang akan diambil untuk memberikan akses listrik masyarakat dalam kondisi darurat. "Jadi selama infrastruktur daratnya belum selesai, dan tegangan rendahnya belum clear, kita akan mengintervensi dengan genset yang ada," tandasnya.
