TMII Bidik 430 Ribu Pengunjung Selama Libur Nataru

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 27 Desember 2025 | 20:23 WIB
Objek wisata TMII (SinPo.id/Beritajakarta)
Objek wisata TMII (SinPo.id/Beritajakarta)

SinPo.id - Taman mini Indonesia Indah (TMII) menargetkan 430 ribu pengunjung selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Target itu dipatok untuk periode 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, seiring rangkaian program budaya dan hiburan akhir tahun yang disiapkan pengelola.

Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM) Febrina Intan mengatakan, target tersebut sejalan dengan tema Nataru TMII tahun ini, “Hadiah dari Hati adalah Perjalanan Penuh Arti".

Menurut dia, TMII ingin menghadirkan pengalaman berlibur yang bermakna bagi keluarga Indonesia.

“TMII akan hadir sebagai sebuah hadiah berupa pengalaman yang penuh makna dan suka cita,” kata Febrina, Sabtu, 27 Desember 2025.

Febrina menjelaskan, selama libur akhir tahun IDM memastikan seluruh aktivitas dan layanan di TMII berjalan dengan standar operasional yang mengedepankan seamless customer experience. 

Dia menyebut TMII menjadi contoh pengelolaan destinasi yang menggabungkan warisan budaya dengan layanan modern.

“TMII menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat dihadirkan secara inklusif, menggabungkan budaya, hiburan, dan layanan modern,” tuturnya. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII Ratri Paramita mengatakan, TMII saat ini telah berevolusi menjadi destinasi budaya modern yang edukatif, inklusif, dan ramah lingkungan. 

Evolusi tersebut, kata dia, menjadi dasar optimisme pengelola dalam membidik ratusan ribu pengunjung selama Nataru.

“Selama libur Nataru kami menargetkan ada 430 ribu pengunjung, terhitung dari 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026,” kata Ratri.

Ratri menyebutkan, tren kunjungan mulai terlihat sejak awal libur. Pada Jumat, 26 Desember 2025, hingga pukul 09.30 WIB, jumlah pengunjung yang masuk ke kawasan TMII telah mencapai lebih dari 3.000 orang. 

Adapun harga tiket masuk TMII dipatok Rp 25 ribu per orang pada hari biasa dan Rp 35 ribu saat akhir pekan.

Berbeda dengan periode Nataru tahun sebelumnya, lanjutnya, TMII tahun ini menghadirkan berbagai aktivasi budaya dan nonbudaya multifungsi, mulai dari pertunjukan seni dan tradisi, kuliner Nusantara, hingga pertunjukan musik modern bernuansa tradisional yang digelar sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Selain menyasar peningkatan kunjungan, febriana menyebut, TMII menyiapkan ruang bagi pelaku usaha lokal. Selama libur Nataru, kata dia, pengelola menyediakan area berjualan bagi sekitar 50 UMKM, artisan lokal, dan komunitas daerah.

“Untuk membantu menggerakkan roda perekonomian, kami menyiapkan tempat bagi UMKM dan komunitas lokal,” kata Ratri.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, TMII juga meluncurkan program “Sukaria Ada Habisnya untuk Keluarga Indonesia” sebagai bagian dari rangkaian Nataru. 

Menurut dia, program ini diklaim sebagai upaya menghadirkan pengalaman liburan yang berkesan sekaligus berkelanjutan bagi pengunjung.

“Kami ingin menghadirkan kegembiraan, kebersamaan, dan pengalaman budaya yang berkelanjutan bagi seluruh pengunjung,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI