Mentan: Jawa Timur Jadi Kunci Indonesia Setop Impor Gula Putih Mulai 2026

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:59 WIB
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (SinPo.id/ Dok. Kementan)
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (SinPo.id/ Dok. Kementan)

SinPo.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menempatkan Jawa Timur sebagai wilayah penentu keberhasilan Indonesia menghentikan impor gula putih mulai 2026. 

Andi menyebutkan, provinsi ini menyumbang lebih dari separuh total kebun tebu nasional dan menjadi fokus utama perluasan serta optimalisasi lahan tebu pemerintah.

“Lebih dari 50 persen kebun tebu nasional ada di Jawa Timur. Kalau Jawa Timur berhasil, nasional insya Allah tahun depan kita tidak akan impor gula putih,” kata Amran dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 27 Desember 2025.

Dia juga menyampaikan, pemerintah menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional. Menurutnya, sekitar 70 persen dari luasan tersebut berada di Jawa Timur. 

"Strategi ini menjadi bagian dari upaya menaikkan produksi gula nasional dari sekitar 2,68 juta ton menjadi 3 juta ton pada 2026," ungkap dia. 

Amran menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mempercepat swasembada gula putih untuk konsumsi rumah tangga. 

“Dengan produksi sekitar 3 juta ton, kebutuhan gula putih nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri,” ujar Amran. 

Untuk mendukung percepatan di Jawa Timur, kata dia, Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan sarana dan prasarana produksi, termasuk penyaluran sedikitnya 100 unit traktor kepada petani tebu. 

"Nilai bantuan tersebut mencapai ratusan miliar rupiah dan ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan," tutur dia. 

Amran menyebut percepatan pengembangan tebu dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN perkebunan, hingga aparat penegak hukum. 

“Ini dikerjakan bertahap mulai sekarang sampai Januari–Maret tahun depan,” imbuhnya. 

Dia menegaskan, keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. 

“Kalau target tercapai, kita bukan hanya berhenti impor gula putih, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan pendapatan petani tebu,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI