Permenperin 35/2025 Diyakini Mampu Perkuat Industri Migas Nasional dan Tekan Impor
SinPo.id - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta menyampaikan, penyederhanaan penilaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan pengawasan implementasinya melalui Permenperin 35/2025, merupakan upaya mendorong kepastian iklim usaha industri migas dalam negeri.
"Permenperin 35 Tahun 2025 bertujuan agar proses penilaian TKDN dapat dilakukan secara lebih sederhana, cepat, dan transparan. Pengawasan TKDN juga diperlukan untuk menciptakan kepastian pasar bagi produsen dalam negeri serta menjaga iklim persaingan usaha yang sehat dan adil," ujar Setia dalam keterangannya, Sabtu, 27 Desember 2025.
Menurut Setia, kebijakan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Terlebih, industri penunjang migas dalam negeri telah menunjukkan kemampuan yang semakin kompetitif, baik dari sisi teknologi, kualitas produk, maupun kesiapan sumber daya manusianya.
Dia memastikan, pemerintah akan terus memperkuat kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, khususnya pada sektor strategis seperti migas. Harapannya agar mampu memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional.
"Pemanfaatan produk industri dalam negeri akan mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta pembangunan ekosistem industri nasional yang berkelanjutan," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Teknologi Rekayasa Katup (TRK) Soni menyampaikan, selain kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, industri katup nasional juga membutuhkan dukungan kebijakan lainnya, termasuk pengendalian produk impor yang tidak sesuai standar serta kemudahan akses bahan baku.
"Selain kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri diperlukan juga sinkronisasi kebijakan yang lain, dapat melalui pemberlakuan larangan pembatasan produk katup. Hal itu dibutuhkan untuk pengendalian produk impor agar tidak membanjiri pasar dalam negeri," ujarnya.
PT TRK, diketahui memproduksi berbagai jenis katup berteknologi tinggi, seperti ball valve, single block and bleed, serta manifold yang digunakan di sektor migas dan pembangkit listrik.
Dengan kapasitas produksi mencapai 12.000 unit per tahun, produk perusahaan ini tidak hanya diserap pasar domestik, tetapi juga diekspor ke kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan dan efisien akan membantu industri meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas secara konsisten, menekan biaya produksi, serta memperluas pangsa pasar domestik maupun ekspor.

