Kisah Natal J.J. Redick hingga Peta Persaingan NBA: Cedera, Comeback, dan Misi Tim-Tim Elite
SinPo.id - Perayaan Natal di NBA 2025/2026 tidak hanya menghadirkan laga-laga sarat gengsi, tetapi juga cerita menarik di luar lapangan, mulai dari metode pendidikan unik pelatih Los Angeles Lakers J.J. Redick hingga dinamika persaingan tim-tim papan atas yang dibayangi cedera dan inkonsistensi performa.
Pelatih Los Angeles Lakers, J.J. Redick, menjadi sorotan setelah mengungkap cara tak biasa dalam memberikan hadiah Natal kepada anak-anaknya. Bersama sang istri, Chelsea, Redick menerapkan syarat khusus berupa penulisan esai persuasif bagi kedua putranya, Knox (11 tahun) dan Kai (9 tahun), jika ingin mendapatkan kado bernilai besar.
Alih-alih menulis daftar keinginan untuk Santa Claus, Knox dan Kai harus menyusun argumen logis tentang alasan mereka layak menerima hadiah tersebut. Redick menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari pendidikan berpikir kritis sejak dini.
“Saya pikir anak saya yang berusia 9 tahun (Kai) benar-benar melakukannya dengan sangat baik,” ujar Redick, dikutip dari laman NBA, Jumat.
Hasilnya, Kai berhasil mendapatkan perangkat Meta VR setelah esainya dinilai meyakinkan. Sementara Knox menerima sebuah jam pintar (smart watch) yang juga berfungsi sebagai alat komunikasi dan pelacak lokasi. Menurut Redick, hadiah itu sekaligus menjadi kebutuhan keluarga untuk mulai memantau aktivitas anak sulungnya.
“Kami sadar sudah waktunya mulai memantau dia (Knox),” katanya.
Cerita Natal keluarga Redick terasa semakin emosional mengingat mereka sempat kehilangan rumah akibat kebakaran besar Pacific Palisades awal tahun ini. Sejumlah memorabilia basket milik anak-anaknya ikut musnah. Sebagai pengganti, Knox dan Kai sempat menerima jersei bertanda tangan dan dikenakan langsung oleh Victor Wembanyama dan Chris Paul, yang menjadi kenangan tak terlupakan bagi keduanya.
Di sisi lain, persaingan NBA terus berjalan ketat. Cleveland Cavaliers harus menelan kekalahan tipis 124-126 dari New York Knicks, meski mendapat suntikan tenaga dengan kembalinya Evan Mobley lebih cepat dari perkiraan. Mobley yang sebelumnya diprediksi absen hingga empat pekan akibat cedera betis kiri, justru sudah kembali bermain kurang dari dua pekan.
Tampil dari bangku cadangan, pemain berusia 23 tahun itu mencatatkan 14 poin, sembilan rebound, dan enam tembakan masuk dari delapan percobaan dalam 25 menit. Pelatih Cavaliers, Kenny Atkinson, memuji proses pemulihan Mobley.
“Satu hal tentang Evan yang saya pelajari, dia pulih dengan sangat cepat. Usianya masih muda dan itu sangat membantu,” kata Atkinson.
Kembalinya Mobley dinilai krusial, mengingat ia merupakan NBA Defensive Player of the Year 2024/2025 dan kini mencatatkan rata-rata tertinggi sepanjang kariernya dengan 19,1 poin dan 9,3 rebound per laga. Cavaliers sendiri mencatat rekor 17 kemenangan dan 14 kekalahan, dengan optimisme menatap persaingan Wilayah Timur.
Nasib berbeda dialami Dallas Mavericks. Anthony Davis harus meninggalkan lapangan lebih awal saat timnya kalah 116-126 dari Golden State Warriors akibat cedera pangkal paha. Davis mengalami spasme otot pada kuarter kedua dan tidak kembali bermain hingga laga usai. Absennya pemain andalan itu kembali menambah daftar panjang masalah kebugaran Davis musim ini, setelah sebelumnya juga absen 16 pertandingan karena cedera betis.
Sementara itu, Detroit Pistons justru tampil mengejutkan. Menjelang laga melawan Utah Jazz, Pistons berstatus sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur dengan rekor impresif 24 kemenangan dan enam kekalahan, pencapaian terbaik mereka sejak musim 2005/2006. Pelatih JB Bickerstaff menekankan kekuatan utama Pistons terletak pada kedalaman skuad dan kontribusi kolektif.
Utah Jazz sendiri tengah terpuruk dengan empat kekalahan beruntun dan menjadi tim dengan pertahanan terburuk di liga, kebobolan rata-rata 127,4 poin per laga. Duel Pistons kontra Jazz juga mempertemukan dua mesin poin, Cade Cunningham dan Lauri Markkanen.
Di laga lain, Milwaukee Bucks berusaha melanjutkan momentum positif saat bertandang ke markas Memphis Grizzlies. Bucks baru saja menghentikan delapan kekalahan tandang beruntun dengan menaklukkan Indiana Pacers, meski tanpa Giannis Antetokounmpo. Kevin Porter Jr. dan Bobby Portis Jr. menjadi motor kebangkitan tim asuhan Doc Rivers.
Indiana Pacers sendiri masih terjebak dalam periode sulit. Mereka berambisi bangkit saat menjamu Boston Celtics, meski belum meraih kemenangan sejak 8 Desember. Tekanan juga mengarah ke pelatih Rick Carlisle yang tinggal selangkah lagi mencapai 1.000 kemenangan sepanjang kariernya di NBA.
Sementara itu, Miami Heat dan Atlanta Hawks sama-sama memburu momentum kebangkitan saat bertemu di Atlanta. Kedua tim hanya mencatat dua kemenangan dari 10 laga terakhir. Heat datang dengan tiga kekalahan beruntun, sedangkan Hawks menelan empat kekalahan beruntun dan masih mencari konsistensi, terutama di momen akhir pertandingan.
Dari kisah keluarga pelatih hingga persaingan ketat di lapangan, NBA 2025/2026 terus menyajikan drama, emosi, dan dinamika yang menjadikan kompetisi ini tak pernah kehilangan daya tariknya.

