Wakil Ketua DPR Biayai Pembangunan Rumah Relokasi Warga Terdampak Longsor di Bandung

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 26 Desember 2025 | 16:36 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak bencana longsor di Desa Wargaluyu. (SinPo.id/Dok. PKB)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak bencana longsor di Desa Wargaluyu. (SinPo.id/Dok. PKB)

SinPo.id - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, melakukan langkah konkret dengan membiayai pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak bencana longsor di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pembangunan rumah relokasi tersebut merupakan respons cepat terhadap kondisi delapan kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat terjangan lumpur dan material longsor beberapa waktu lalu.

Ia memahami proses formal penanganan bencana melalui mekanisme anggaran pemerintah membutuhkan waktu yang tidak singkat, mulai dari pelaporan BPBD hingga ke dinas teknis terkait. Sedangkan para korban longsor sudah tidak memiliki rumah untuk ditempati.

“Kalau menunggu prosedur anggaran, apalagi ini sudah di ujung tahun, tentu akan memakan waktu. Sementara warga sudah kehilangan rumah karena terdampak longsor. Karena itu, saya berinisiatif membiayai relokasi ini dari ikhtiar pribadi,” kata Cucun, dalam keterangan persnya, Jumat, 26 Desember 2025.

Sebanyak delapan unit rumah relokasi akan dibangun melalui kolaborasi keluarga. Empat unit dibiayai langsung oleh Cucun, dan empat unit lainnya dibangun dari dukungan anggaran anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Humaira Zahrotunnoor.

“Ini bukan soal ingin dilihat atau dipuji. Ini murni tanggung jawab kemanusiaan. Insya Allah pembangunan kita percepat agar warga bisa segera menempati rumah yang aman dan layak,” tegasnya.

Di samping itu, pihaknya juga mengapresiasi kekompakan masyarakat serta kesigapan pemerintah setempat, mulai dari Camat hingga Kepala Desa, yang sejak awal langsung turun tangan menangani dampak bencana. Meski demikian, pihaknya juga menekankan pentingnya mitigasi bencana jangka panjang, khususnya melalui upaya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan.

“Kita tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik pascabencana. Pemulihan dan penjagaan ekosistem lingkungan sangat penting agar bencana serupa tidak terulang dengan dampak yang lebih besar. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI