Kementerian PU Percepat Perbaikan SPAM untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih RSUD Aceh Tamiang

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 26 Desember 2025 | 12:33 WIB
Tim Kementerian PU meninjau ketersediaan air bersih di wilayah bencana. (SinPo.id/dok. PU)
Tim Kementerian PU meninjau ketersediaan air bersih di wilayah bencana. (SinPo.id/dok. PU)

SinPo.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat perbaikan  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta mendukung operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang di Kuala Simpang pascabencana. Sebab, SPAM ini menjadi tulang punggung suplai air bersih bagi wilayah Karang Baru dan Rantau, termasuk untuk kebutuhan operasional RSUD. 

"Air harus segera, air bersih ya, harus segera tersedia di seluruh masyarakat," kata Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau langsung kondisi di Aceh Tamiang, dikutip Jumat, 26 Desember 2025. 

Menurut Dody, fokus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih sangat penting dilakukan, setelah penanganan konektivitas jalan dan jembatan telah menunjukkan perbaikan. 

"Jadi kita selain urusan jalan dan jembatan yang mulai membaik, fokus kita berikutnya adalah soal air," kata dia. 

Dody menerangkan, perbaikn SPAM Karang Baru memakai metode Design and Build,  meliputi instalasi pengolahan air (IPA) dan reservoir yang dirancang untuk meningkatkan keandalan suplai air minum di wilayah terdampak.

Sembari menunggu proses pembangunan  yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan, PU telah melakukan perbaikan sementara pada sarana penyediaan air minum serta mengoptimalkan pemanfaatan IPA mobile agar pasokan air bersih, khususnya ke RSUD Aceh Tamiang dikelola oleh PDAM Tirta Tamiang tetap terjaga.

"Kita kombinasi antara memperbaiki sistem penyediaan air minum yang ada dengan langkah-langkah sementara agar air bersih bisa segera dimanfaatkan," ujarnya. 

Dalam peninjauan tersebut, Dody juga menyoroti perubahan kondisi Sungai Kuala Simpang akibat bencana yang berdampak pada sistem pengambilan air baku. 

Menurutnya, perbaikan harus dilakukan agar reservoir dan instalasi tetap dapat menerima suplai air dari sungai.

"Karena sungainya sudah berubah, reservoir ini tidak menerima air. Jadi harus kita perbaiki, mungkin dengan pengerukan dan penambahan filter, supaya tetap terairi oleh air sungai," jelasnya. 

Selain memastikan ketersediaan air bersih, PU juga menekankan pentingnya penyediaan sarana sanitasi pendukung.  Dody meminta agar begitu aliran air kembali normal, fasilitas MCK segera disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kalau air bersih sudah tersedia, masyarakat akan membutuhkan MCK. Itu harus kita siapkan bersamaan," ucapnya. 

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana Kawasan Aceh Tommy Permadi menambahkan, pembangunan SPAM Karang Baru akan segera dilelangkan. Infrastruktur yang dibangun meliputi SPAM, IPA, dan reservoir untuk melayani wilayah Karang Baru, Kuala Simpang, dan Rantau

"Proses pembangunan membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Oleh karena itu, selama masa transisi, mobilisasi IPA mobile akan dilaksanakan secara optimal untuk menjaga suplai air bersih, termasuk ke RSUD Aceh Tamiang," kata Tommy.

Berdasarkan hasil identifikasi Kementerian PU, kerusakan infrastruktur air minum akibat bencana tercatat pada 52 SPAM yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dengan total kapasitas terdampak mencapai 2.151 liter per detik. Penanganan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan melibatkan pemerintah daerah serta pengelola SPAM. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI