Dishub DKI: Arus Kendaraan Lebih Padat di Jalur Arteri Dibanding Tol Saat Natal
SinPo.id - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat pergerakan kendaraan selama libur Natal 2025 masih didominasi jalur arteri dibandingkan jalan tol. Hingga Kamis, 25 Desember 2025, sore, jumlah kendaraan yang melintas keluar dan masuk Jakarta melalui jalan arteri mencapai lebih dari satu juta unit.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan data tersebut dihimpun dari 18 titik sensor sistem pengendalian lalu lintas di wilayah perbatasan Jakarta.
“Pergerakan kendaraan di jalur arteri masih sangat tinggi, totalnya lebih dari satu juta kendaraan,” kata Syafrin, Kamis, 25 Desember 2025.
Adapun berdasarkan rekapitulasi hingga pukul 15.00 WIB, kendaraan yang keluar Jakarta melalui jalur arteri tercatat lebih banyak dibandingkan kendaraan yang masuk.
"Arus keluar didominasi sepeda motor, disusul kendaraan roda empat dan kendaraan berat," ungkapnya.
Sementara itu, Syafrin menyebut, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat jauh lebih rendah. Menurutnya, total kendaraan keluar Jakarta via Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa berjumlah sekitar 89 ribu unit pada hari Natal.
“Jika dibandingkan, pergerakan kendaraan melalui jalan arteri masih jauh lebih besar dibandingkan jalan tol,” ujar Syafrin.
Syafrin juga mengungkapkan, Dishub DKI mencatat akumulasi pergerakan kendaraan di jalan tol sejak 18 Desember 2025 menunjukkan jumlah kendaraan keluar Jakarta lebih tinggi dibandingkan yang masuk.
"Selama periode tersebut, lebih dari 1,19 juta kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta melalui empat gerbang tol utama," tutur dia.
Di sisi lain, lanjutnya, pergerakan penumpang kereta api jarak jauh menunjukkan tren berbeda. Data Dishub mencatat jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun di Jakarta sejak 18 hingga 24 Desember 2025 mencapai lebih dari 210 ribu orang, atau sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Syafrin menilai perbedaan pola pergerakan ini menunjukkan masyarakat masih mengandalkan kendaraan pribadi melalui jalur arteri untuk bepergian selama libur Natal.
“Ini menjadi perhatian kami dalam pengaturan lalu lintas dan rekayasa jalan selama masa libur panjang,” tandasnya.

