Saan Mustopa Targetkan Elektrifikasi Cikarang–Cikampek Rampung 2027, Kunci Perpanjangan KRL ke Karawang

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 24 Desember 2025 | 00:12 WIB
Ilustrasi situasi stasiun kereta api jarak jauh. (SinPo.id/dok. KAI)
Ilustrasi situasi stasiun kereta api jarak jauh. (SinPo.id/dok. KAI)

SinPo.id -  Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan bahwa proyek elektrifikasi jalur kereta api Cikarang–Cikampek ditargetkan selesai pada 2027. Proyek ini menjadi kunci utama perpanjangan layanan KRL Commuter Line hingga Stasiun Karawang dan Stasiun Cikampek, yang selama ini dinantikan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Saan saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa 23 Desember 2025, untuk meninjau kesiapan infrastruktur perkeretaapian di wilayah tersebut. Hingga 2025, layanan KRL diketahui masih berhenti di Stasiun Cikarang dan belum menjangkau Karawang maupun Cikampek.

Menurut Saan, belum masuknya KRL ke Karawang bukan karena rendahnya kebutuhan masyarakat, melainkan akibat belum dilakukannya elektrifikasi jalur Cikarang–Cikampek–Karawang. “KRL hari ini memang baru sampai Cikarang. Kita ingin lanjutkan sampai Karawang dan Cikampek, karena kebutuhannya nyata,” ujarnya.

Saan menjelaskan, elektrifikasi jalur Cikarang–Cikampek sepanjang sekitar 40 kilometer merupakan bagian dari total proyek elektrifikasi jalur kereta api di Jawa Barat sepanjang kurang lebih 80 kilometer, dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp2 triliun. Ia menekankan bahwa proyek ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dibiayai melalui kerja sama korporasi antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT PLN (Persero).

“Yang perlu digarisbawahi, pembiayaannya tidak menggunakan APBN. Ini menunjukkan keseriusan BUMN dalam mendukung pengembangan transportasi publik nasional,” kata politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.

Meski demikian, Saan mengingatkan pentingnya kepastian waktu dan koordinasi lintas sektor agar target penyelesaian pada 2027 dapat tercapai. Menurutnya, tanpa peta jalan bersama yang jelas, proyek berpotensi mengalami keterlambatan. “Desainnya sudah ada, rencananya sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kita melakukan percepatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pimpinan DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) ini menilai elektrifikasi jalur kereta bukan sekadar proyek teknis, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi transportasi, mengurangi kemacetan, serta menekan polusi. “KRL itu bukan hanya soal kereta, tapi soal kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.

Saan juga menyoroti pentingnya perpanjangan KRL ke Karawang mengingat wilayah tersebut merupakan kawasan industri nasional dengan mobilitas pekerja yang sangat tinggi. Banyak warga Karawang bekerja di Bekasi dan Jakarta, begitu pula sebaliknya, sehingga kehadiran KRL dinilai akan sangat membantu mobilitas harian masyarakat.

DPR RI, kata Saan, berkomitmen untuk terus mengawal proyek elektrifikasi dan perpanjangan layanan KRL melalui fungsi pengawasan serta dukungan kebijakan agar dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI