Kabar Baik Bulu Tangkis Indonesia: Daniel Marthin dan Ester Wardoyo Pulih Cedera, Rian/Rahmat Raih Gelar Perdana

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 23 Desember 2025 | 05:10 WIB
Bulu Tangkis (pixabay)
Bulu Tangkis (pixabay)

SinPo.id -  Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyampaikan kabar positif terkait kondisi dua atlet nasional, Daniel Marthin dan Ester Nurumi Tri Wardoyo, yang kini telah menunjukkan pemulihan signifikan dari cedera yang mereka alami.

Daniel Marthin sebelumnya harus menjalani operasi pembersihan sendi lutut kiri (arthroscopy debridement) usai mengalami cedera saat membela Indonesia di Piala Sudirman 2025. Sementara itu, Ester Nurumi Tri Wardoyo mengalami retak pada pangkal tulang kering kanan (shin bone fracture) ketika menjalani latihan di Pelatnas PBSI pada September lalu.

Dokter Pelatnas PBSI, dr Retno Sp KO, menjelaskan bahwa kedua atlet saat ini menjalani seluruh tahapan pemulihan sesuai arahan tim medis. Proses tersebut tidak hanya berfokus pada penyembuhan cedera, tetapi juga penguatan fisik secara bertahap agar fondasi tubuh atlet kembali stabil.

“Saat ini keduanya tengah melalui seluruh tahapan pemulihan dengan mengikuti instruksi tim dokter secara disiplin. Prosesnya tidak hanya mencakup penyembuhan cedera, tetapi juga penguatan bertahap untuk memastikan fondasi fisik mereka benar-benar kembali stabil,” ujar dr Retno melalui keterangan Humas dan Media PP PBSI, Senin 22 Desember 2025

PBSI, lanjut Retno, memilih bersikap hati-hati dengan tidak terburu-buru menurunkan Daniel dan Ester ke pertandingan demi mengutamakan keselamatan serta keberlanjutan karier mereka. Selain aspek fisik, kesiapan mental juga menjadi perhatian serius tim medis dan pelatih.

“Pascacedera sering meninggalkan tekanan dan trauma tersendiri bagi atlet. Karena itu, pendampingan psikologis dan mental conditioning dilakukan secara terstruktur agar mereka kembali percaya diri saat berlatih dan bertanding,” jelasnya.

Saat ini, Daniel dan Ester telah memasuki fase reintegrasi ke lapangan. Tahap selanjutnya adalah evaluasi menyeluruh oleh tim pelatih untuk memastikan progres permainan keduanya sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Keputusan tampil di turnamen resmi akan sepenuhnya ditentukan berdasarkan penilaian objektif dari sisi fisik, teknis, dan mental.

Di tengah kabar pemulihan atlet, prestasi membanggakan datang dari sektor ganda putra. Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat sukses meraih gelar juara perdana mereka usai menjuarai Astana International Challenge (IC) 2025 di Beeline Arena, Astana, Kazakhstan, Minggu (21/12).

Rian/Rahmat tampil dominan di partai final dengan mengalahkan pasangan Rusia, Rodion Alimov/Maksim Ogloblin, lewat kemenangan straight game 21-10, 21-14 dalam tempo 25 menit.

“Alhamdulillah bisa meraih gelar pertama bersama Rahmat. Gelar ini sangat berarti untuk kami, apalagi minggu lalu kalah di delapan besar, tapi minggu ini bisa jadi juara,” ujar Rian dalam keterangan pers, Senin (22/12).

Menurut Rian, kunci keberhasilan mereka sepanjang turnamen level International Challenge ini adalah komunikasi yang baik dan rasa saling percaya. Setelah mendapat bye di babak pertama, Rian/Rahmat menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan dua gim langsung, termasuk atas pasangan Kanada, Uzbekistan, hingga sesama wakil Indonesia, sebelum memastikan gelar juara di final.

Gelar Astana IC 2025 menjadi podium tertinggi pertama bagi Rian/Rahmat sejak debut mereka sebagai pasangan pada pertengahan Oktober lalu di Denmark. Meski masih di level IC, hasil ini menjadi modal penting untuk menatap musim 2026.

“Ini jadi motivasi besar untuk kami ke depan. Target kami tentu bisa cepat menembus 20 besar dunia agar bisa bersaing di level atas,” tutup Rian.

Prestasi Indonesia di Astana IC 2025 semakin lengkap setelah dua pasangan ganda putra Merah Putih lainnya, Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan serta Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, turut finis sebagai juara tiga bersama.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI