Rentetan Gempa Dini Hari Guncang Sejumlah Wilayah Indonesia

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:42 WIB
Ilustrasi Gempa (SinPo.id/BNPB)
Ilustrasi Gempa (SinPo.id/BNPB)

SinPo.id -  Sejumlah gempa bumi berkekuatan kecil hingga sedang mengguncang berbagai wilayah Indonesia pada Selasa dini hari, 23 Desember 2025. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 10 kejadian gempa terjadi dalam rentang waktu pukul 03.00 hingga 04.30 WIB.

Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi daerah yang paling sering mengalami guncangan. Gempa berkekuatan magnitudo 2,3 terjadi pada pukul 04.30 WIB di 63 kilometer barat daya Labuan Bajo dengan kedalaman 103 kilometer. Tak berselang lama, gempa magnitudo 2,3 juga tercatat di 54 kilometer timur laut Waingapu dengan kedalaman 80 kilometer.

Selain itu, wilayah Mbai, Kabupaten Nagekeo, diguncang dua gempa beruntun masing-masing bermagnitudo 2,1 dan 2,3 dengan kedalaman dangkal antara 5 hingga 9 kilometer. Gempa lain di NTT juga tercatat di Ruteng, Manggarai, berkekuatan magnitudo 3,0 dengan kedalaman cukup dalam, yakni 163 kilometer.

Di luar NTT, gempa magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Jayapura, Papua, pada pukul 04.07 WIB dengan kedalaman 31 kilometer. Sementara itu, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengalami gempa dangkal magnitudo 3,0 pada kedalaman 5 kilometer.

Pulau Jawa turut merasakan aktivitas seismik. Gempa magnitudo 2,4 terjadi di 108 kilometer barat daya Bantul, DIY, serta gempa magnitudo 2,8 mengguncang wilayah barat daya Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Satu gempa berkedalaman cukup dalam juga tercatat di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, dengan magnitudo 2,5 dan kedalaman 158 kilometer.

BMKG memastikan seluruh gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat rangkaian gempa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh data gempa bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan seiring pembaruan data.

Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah sesuai kelengkapan data dari BMKG.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI