Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 22 Desember 2025 | 12:41 WIB
Menkes Budi meninjau Puskesmas pascabencana. (SinPo.id/dok. Kemenkes)
Menkes Budi meninjau Puskesmas pascabencana. (SinPo.id/dok. Kemenkes)

SinPo.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai melakukan revitalisasi sebanyak 800 puskesmas yang terdampak bencana di di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, agar pelayanan promotif dan preventif tetap berjalan optimal. 

"Sekarang kami mulai merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi agar pelayanan kesehatan tetap dekat dengan masyarakat," Menkes Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau wilayah terdampak di Bener Meriah, Aceh, dikutip Senin, 22 Desember 2025. 

Budi melanjutkan, revitalisasi ini guna memastikan masyarakat, termasuk pengungsi dan kelompok rentan, tetap memperoleh pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan akses pascabencana. Sebab, puskesmas memegang peran strategis sebagai garda terdepan layanan kesehatan, terutama untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di pengungsian maupun daerah yang masih terisolasi.

"Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah dan pengungsian, sehingga tidak perlu ke rumah sakit," ujar Budi. 

Adapun penguatan puskesmas tersebut diarahkan untuk melayani kebutuhan kesehatan dasar di lokasi pengungsian, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

"Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang paling rentan," tegasnya.

Budi menambahkan, wilayah yang masih terisolasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap terhambatnya layanan kesehatan. Karena itu, pemerintah pusat turun langsung untuk melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan.

"Jadi saya ingin lihat langsung operasionalnya dan apa yang bisa pemerintah pusat bantu," tuturnya.

Selain layanan medis, pemerintah juga memberikan dukungan pendukung berupa penyediaan listrik cadangan, air bersih, serta penguatan akses komunikasi untuk menunjang operasional puskesmas dan keselamatan masyarakat di pengungsian.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI