Home /

DPR Minta Koordinasi Pusat-Daerah Diperkuat Hadapi Cuaca Ekstrem di Timur Indonesia

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 15 Desember 2025 | 22:54 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem (SinPo.id/Pixabay)
Ilustrasi cuaca ekstrem (SinPo.id/Pixabay)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, mendorong pemerintah pusat untuk meningkatkan intensitas komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak terburuk dari bibit siklon tropis 93S di wilayah Timur Indonesia.

Menurutnya, sistem peringatan dini (early warning) yang disesuaikan dengan kearifan lokal di masing-masing daerah, sangatlah penting demi keselamatan masyarakat, khususnya di pesisir.

Pasalnya, bibit siklon tropis dapat memicu potensi bencana, seperti gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), serta berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat menyebabkan banjir dan longsor.

"Bisa melalui sirene, pengeras suara di tempat ibadah, hingga kentongan. Dengan begitu, saat terjadi banjir atau tanah longsor, warga bisa langsung mengungsi,” kata Huda, dalam keterangan persnya, dikutip Senin, 15 Desember 2025.

Selain itu, pemerintah juga perlu menyiapkan titik-titik evakuasi agar warga di wilayah rawan bencana dapat berkumpul di lokasi aman sebelum diarahkan ke tempat pengungsian. 

Huda pun meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk BPBD di daerah, untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. 

“Kami berharap Basarnas dan BNPB, baik di pusat maupun daerah, tidak kehilangan golden time saat bencana terjadi. Langkah cepat dan terukur sangat penting untuk meminimalkan jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan,” tandasnya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI