Ganjil-Genap, One Way, dan Contraflow Jadi Skema Lalu Lintas Nataru 2026
SinPo.id - Polri memprediksi potensi pergerakan masyarakat pada Natal dan Tahun Baru 2026 diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 lalu, dlpeningkatan mencapai 119,5 juta orang.
Hal tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pelayanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Perguruan Tinggi lmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.
"Pergerakan masyarakat pada Natal dan Tahun Baru 2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat 7,9 persen atau 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya," kata Dedi, Senin, 15 Desember 2025.
Untuk memastikan keamanan perayaan Nataru, Polri menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, seperti ganjil-genap, contraflow, dan one way, serta mengoptimalkan layanan darurat 110 sebagai hotline pengaduan dan pelaporan masyarakat.
"Polri juga menyiapkan 2.903 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu guna mengamankan 44.226 objek strategis, termasuk gereja, terminal, bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan lokasi perayaan Tahun Baru," ujarnya.
Jenderal polisi bintang tiga itu menambahkan, pemerintah juga memberikan sejumlah stimulus untuk mengurai kemacetan, antara lain, diskon tarif angkutan laut dan penyeberangan, tiket kereta api sebesar 30 persen, serta tiket pesawat sebesar 13 hingga 44 persen yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Selain itu, pengamanan Nataru tahun ini menaruh perhatian khusus pada antisipasi bencana alam, seiring prediksi BMKG terkait peningkatan curah hujan ekstrem di sejumlah wilayah saat Natal dan Tuhun Baru.
"Sehingga seluruh jajaran diinstruksikan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan meningkatkan kesiapsiagaan kontinjensi. Dan jalur mudik, kemudian jalur arus balik, dan obyek pengamanan yang sudah ditetapkan, kita perlu mengantisipasi bencana alam," ujarnya.
Diketahui, Polri bersama seluruh stakeholder akan menggelara Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan yaitu dari Polri dan TNI, dan instansi terkait.

