Pramono Ingatkan Peran Humas sebagai Penjaga Kepercayaan Publik

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 11 Desember 2025 | 23:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya posisi humas pemerintah sebagai garda terdepan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Hal itu disampaikan Pramono saat membuka Anugerah Humas Jakarta (AHJ) 2025 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pramono menyoroti, tantangan utama humas saat ini bukan hanya soal kemampuan menyampaikan informasi, tetapi memastikan bahwa komunikasi pemerintah benar-benar terbaca sebagai upaya yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. 

“Di era ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada klarifikasi, humas memiliki peran strategis untuk menjaga kredibilitas institusi. Kepercayaan publik adalah aset yang tidak bisa dibeli,” tutur Pramono. 

Dia menilai kualitas komunikasi yang baik dapat menentukan bagaimana program pemerintah diterima oleh warga. Karena itu, ia meminta seluruh unit humas di perangkat daerah, UKPD, hingga BUMD bekerja lebih presisi dalam mengelola informasi. 

“Setiap rilis dan unggahan digital itu punya dampak. Jika komunikasinya lemah, layanan terbaik sekalipun bisa tidak terlihat,” katanya.

Adapun tema AHJ 2025, 'Humas Jakarta Bijak Digital, Berorientasi Global', kata dia, menjadi pengingat bahwa humas harus adaptif dalam lanskap komunikasi yang semakin kompetitif. Dia memuji peningkatan profesionalisme pengelolaan media sosial di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. 

“Saya melihat teman-teman humas sudah semakin piawai menyapa warga dengan bahasa yang relevan, tidak kaku, dan tetap informatif,” ujar Pramono. 

Selain mengapresiasi kreativitas humas, Pramono juga meminta agar integritas tetap menjadi fondasi utama. Ia menilai, keterbukaan informasi publik hanya akan bermakna jika diiringi kejujuran dalam menyampaikan kondisi lapangan. 

“Jangan sampai teknologi membuat kita lupa bahwa inti kerja humas adalah membangun kepercayaan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan AHJ 2025 diikuti 94 instansi internal dengan total 195 karya kehumasan. 

“Tahun ini kami memberikan 36 penghargaan dari lima kategori besar. Proses penjurian berlangsung sejak November 2025 dengan melibatkan juri profesional yang menilai secara objektif dan komprehensif,” ujar Budi.

Dia menyebut AHJ bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi sarana evaluasi bagi setiap instansi agar terus meningkatkan kualitas komunikasi publik. 

“Kualitas informasi yang baik membantu warga membuat keputusan dan meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah,” kata Budi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI