Home /

Kemensos Telah Salurkan Bantuan Rp66,7 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 07 Desember 2025 | 21:56 WIB
Komisi VIII DPR gelar Raker dengan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) membahas mengenai penyelenggaraan sekolah rakyat (Ashar/SinPo.id)
Komisi VIII DPR gelar Raker dengan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) membahas mengenai penyelenggaraan sekolah rakyat (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan masih menghadapi kesenjangan distribusi bantuan di sejumlah daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, kendati total bantuan yang digelontorkan hingga Minggu telah mencapai Rp66,7 miliar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mengatakan tantangan utama bukan hanya besarnya kebutuhan logistik, tetapi masih adanya wilayah yang sulit dijangkau karena akses yang terputus. 

“Kami bergerak terus, tapi beberapa titik memang baru bisa kami masuki setelah menunggu kondisi aman. Yang penting bantuan ini tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Gus Ipul, Minggu, 7 Desember 2025.

Menurut dia, Kemensos telah mengoperasikan 39 dapur umum yang memproduksi lebih dari 417 ribu bungkus makanan per hari, menyalurkan 101,4 ton beras, serta mendistribusikan ribuan paket kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, hingga tenda keluarga. 

"Sebanyak 648 personel Tagana diterjunkan untuk proses evakuasi dan layanan dukungan psikososial," ungkapnya. 

“Kami minta petugas di lapangan bergerak luwes. Kalau jalur darat terputus, mereka harus pakai jalur laut atau udara, yang penting warga tidak menunggu terlalu lama,” tambahnya. 

Adapun Provinsi Aceh menjadi dengan dampak terberat, mencatat 747 ribu pengungsi. Bantuan senilai Rp22,6 miliar disalurkan melalui 21 dapur umum dengan kapasitas produksi lebih dari 109 ribu bungkus per hari. Dia menyebut, akses menuju sejumlah wilayah baru bisa dibuka pada awal hingga pekan pertama Desember. 

“Begitu jalur dibuka, kami langsung mengaktifkan dapur umum agar pasokan makanan aman,” tutur Gus Ipul. 

Sementara Di Sumatra Utara, lanjutnya, bantuan mencapai Rp26,7 miliar dengan delapan dapur umum yang melayani 11 kabupaten/kota. Personel Tagana mendirikan Posko Pengungsian Terpadu di Langkat sebagai pusat koordinasi lapangan. Sedangkan di Sumatra Barat, operasi dapur umum menjadi yang terbesar dengan kapasitas 285 ribu bungkus makanan per hari, disertai bantuan logistik senilai Rp17,3 miliar.

Lebih jauh, Gus Ipul mengungkapkan, Kemensos memperluas operasi penjangkauan ke daerah yang sepenuhnya terisolir melalui jalur laut dan udara, bekerja sama dengan TNI AL dan jejaring logistik nasional. 

“Kami tidak bisa menunggu seluruh akses pulih. Setiap celah yang bisa dipakai untuk kirim logistik harus dimanfaatkan,” imbuh dia. 

Dia menegaskan, operasi kedaruratan akan terus diperkuat selama masih ada daerah yang belum terjangkau bantuan. 

“Selama ada warga yang belum menerima bantuan dasar, kami tidak boleh menurunkan intensitas penanganan,” tandasnya. 

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI